Pemodelan spasial penggunaan lahan gambut berbasis mitigasi emisi karbon dikubah Gambut Merang Sumatera Selatan
Syafrul Yunardy,
2015 | Disertasi |Penelitian ini dimaksudkan untuk membangun model spasial penggunaan lahan gambut yang berbasis mitigasi emisi karbon (CO2) di lanskap Kubah Gambut Merang (KGM) Sumatera Selatan. Tujuannya adalah (i) menyusun kelas kemampuan lahan gambut, (ii) mengetahui penggunaan lahan dan tingkat kesesuaian penggunaan lahan saat ini, (iii) menghitung cadangan karbon skala lanskap, (iv) memperkirakan besarnya emisi karbon akibat perubahan penggunaan lahan gambut; dan (v) menyusun model spasial terbaik penggunaan lahan gambut. Penyusunan kelas kemampuan lahan gambut dilakukan dengan teknik interpolasi data ketebalan gambut, kematangan gambut, dan kedalaman air tanah yang diambil di lapangan. Teknik buffering dilakukan untuk mendapatkan jarak dari sungai pada semua wilayah penelitian. Klasifikasi penggunaan lahan menggunakan metode interpretasi citra satelit dan pengecekan lapangan. Teknik overlay dipakai dalam penentuan tingkat kesesuaian penggunaan lahan. Cadangan karbon di atas permukaan tanah dihitung berdasarkan cadangan ratarata karbon dari setiap tutupan lahan. Untuk cadangan karbon di bawah permukaan dihitung dari besaran volume tanah gambut. Emisi karbon dihitung dengan metode stock difference. Model spasial terbaik ditentukan dengan pertimbangan trade off antara perubahan manfaat ekonomi dengan perubahan emisi karbon. Hasil penelitian membuktikan bahwa model spasial penggunaan lahan yang didasarkan pada kemampuan lahan gambut adalah model yang terbaik karena memiliki nilai trade off yang terbaik. Kemampuan lahan gambut yang disusun menggunakan karakteristik gambut berupa ketebalan gambut, kematangan gambut, kedalaman air tanah, dan jarak dari sungai menghasilkan 5 (lima) kelas dengan Kelas I – IV merupakan lahan dengan fungsi budidaya sedangkan kelas V merupakan lahan dengan fungsi lindung. Berdasarkan neraca karbon, terjadi emisi dari perubahan penggunaan lahan sebesar 12% setiap tahun selama periode tahun 1990 – 2014. Sumber emisi terbesar berasal dari emisi akibat dekomposisi gambut dan emisi akibat perubahan tutupan lahan. Dari total cadangan karbon sebesar 19,385 MtC, diketahui bahwa proporsi cadangan karbon di bawah permukaan tanah (99,94%) jauh lebih besar daripada cadangan karbon di atas permukaan tanah (0,06%). Terdapat ketidaksesuaian sebesar 30,9% antara arahan penggunaan lahan gambut berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Musi Banyuasin dengan arahan penggunaan lahan berdasarkan kemampuan lahan gambut.
Kata Kunci :