Dinamika simpanan karbon organik tanah di daerah aliran sungai (DAS) Girindulu
Djafar Mey,
2015 | Disertasi |Penelitian Dinamika Simpanan Karbon Organik Tanah ini dilaksanakan di DAS Girindulu karena berdasarkan hasil pra-observasi lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar DAS Girindulu telah mengalami degradasi lahan akibat erosi, menyebabkan tanah lapisan atas dan karbon organik tanah terkikis, lalu ditraslokasi dan dideposisi ke tubuh Sungai Girindulu. Tujuan penelitian: (1) membuat model prediksi kehilangan tanah akibat erosi, (2) membuat model prediksi kehilangan karbon organik tanah akibat erosi, (3) mengkaji besarnya kehilangan tanah akibat erosi, (4) mengkaji besarnya karbon organik tanah yang hilang akibat erosi, (5) mengkaji besarnya simpanan karbon organik tanah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh satuan bentuklahan dan sungai di dalam DAS Girindulu. Sampel penelitian adalah sungai dan satuan bentuklahan yang representatif mewakili karakteristik populasi atas dasar kesamaan faktor genetik bentuklahan, formasi geologi, proses dan tingkat proses geomorfik. Pengumpulan data melalui Survei tanah dengan teknik sampling purposive sampling, plot sedimen erosi ditentukan berdasarkan variasi lereng dan kondisi lahan yang masih asli, dan analisis laboratorium. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik tanah, lahan dan iklim terkait erosi tanah, simpanan dan kehilangan karbon organik tanah. Penyusunan model prediksi kehilangan tanah dan karbon organik tanah dianalisis secara kuantitatif melalui uji statistik (regresi), validasi model menggunakan uji-t. Dinamika simpanan karbon organik tanah dianalisis secara kualitatif dengan cara mendeskripsikan hasil prediksi simpanan karbon organik tanah, dengan kehilangan tanah dan karbon organik tanah, serta sedimen dan karbon sedimen sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Girindulu seluas 73.703,75 ha, dengan menggunakan persamaan model Regresi Girindulu (RG), terjadi erosi tanah sebesar 134,06 ton/ha/tahun setara 9.880.934,73 ton/tahun, dengan menggunakan persamaan model Regresi Sederhana Girindulu (RSG), terjadi kehilangan karbon organik tanah sebesar 2,08 ton/ha/tahun setara 153.120,22 ton/tahun, mempunyai simpanan karbon organik tanah sebesar 93,88 ton/ha setara 6.919.377,98 ton/DAS. Dinamika simpanan karbon organik tanah dipengaruhi oleh proses erosi berupa penghilangan ataupun penambahan karbon organik tanah. Kehilangan tanah dan karbon organik tanah dipengaruhi oleh ketersediaan pool C pada bentuklahan, kondisi iklim (curah hujan), kondisi geomorfologi (adanya sesar, panjang dan kemiringan lereng), karakteristik tanah (tekstur dan bahan organik), dan aktivitas manusia dalam mengelola lahan pertanian. Morfologi lahan mempengaruhi degradasi tanah dan degradasi karbon (C) dari pool karbon (C) melalui daya gerus dan daya angkut aliran permukaan, yang mana kekuatannya menurun seiring dengan bertambahnya panjang dan mengecilnya sudut lereng. Proses penggerusan dan pengangkutan tanah dan karbon organik tanah oleh aliran permukaan dipengaruhi oleh faktor bentuklahan, sifat tanah dan aktivitas manusia. Tindakan konservasi tanah yang dilakukan yaitu: penanaman kembali pohon (reboisasi) pada lahan kurang produktif, pembenaman residu pertanian, pemberian mulsa dengan serasah tumbuhan, pembuatan teras bangku, dan penggunaan pupuk organik pada lahan pertanian.
Kata Kunci :