Laporkan Masalah

Kajian lingkungan pada sistem pertanian organik tanaman padi sawah dikabupaten Deli Serdang

Ernitha Panjaitan,

2015 | Disertasi |

Salah satu tantangan pembangunan pada sektor pertanian adalah kemampuan menyediakan pangan yang cukup, baik kuantitas maupun kualitasnya dan meningkatkan kesejahteraan petani, serta tetap menjaga kelestarian sumber daya alam. Tetapi pada kenyataannya kenaikan produktivitas padi yang telah dicapai melalui penggunaan berbagai bahan agrokimia, masih belum dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Pertanian konvenional yang dilakukan secara terus menerus telah menimbulkan dampak negatif yaitu menurunkan tingkat produktivitas lahan, timbulnya pencemaran lingkungan yang dapat membahayakan kesehatan mahlluk hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh sistem pertanian organik pada tanaman padi sawah terhadap peningkatan kesuburan tanah, pencemaran tanah dan air, dinamika emisi gas metan, serta produktivitas tanaman dan pendapatan petani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan sifat uraian deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada sistem pertanian organik dan konvensional tanaman padi sawah, di Kabupaten Deli Serdang. Daerah penelitian adalah pada 5 wilayah desa yang terletak di dua kecamatan yaitu Kecamatan Pantai Labu dan Kecamatan Beringin. Dari setiap desa dipilih dua lokasi penanaman padi organik dan padi konvensional, maka dengan demikian lokasi penelitian dibagi atas 10 lokasi, yang masing-masing dibagi atas 5 lokasi untuk pertanian organik dan 5 lokasi untuk pertanian konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pertanian organik pada tanaman padi sawah untuk parameter pH, permeabilitas, kadar C organik, N, P , K dan KTK tanah tidak ada perbedaan yang nyata, namun memiliki pengaruh terhadap tekstur lempung dibanding sistem pertanian konvensional. Sistem pertanian organik mempengaruhi produksi tanaman dimana hasil gabah kering panen padi dengan menggunakan sistem pertanian organik lebih tinggi sebesar 6% dibanding menggunakan sistem pertanian konvensional. Pendapatan petani padi organik juga lebih besar 31,6% dibanding pendapatan petani padi konvensional.Tingkat pencemaran terhadap tanah dan air pada sistem pertanian organik adalah memberikan hasil yang lebih baik untuk parameter kandungan nitrat dan peritroid dibanding sistem pertanian konvensional. Sistem pertanian organik pada tanaman padi sawah mempunyai pengaruh yang cukup besar meningkatkan kontribusi emisi gas metana di udara. Emisi gas metana dengan menggunakan sistem pertanian organik lebih tinggi daripada sistem pertanian konvensional.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.