Laporkan Masalah

Penerapan sistem resapan air hujan dikawasan permukiman kota Semarang

Nur Qudus,

2015 | Disertasi |

Kerusakan lingkungan yang berdampak pada rusaknya potensi persediaan air tanah antara lain disebabkan karena perubahan tataguna lahan khususnya di kawasan resapan air tanah. Tujuan penelitian : 1). Membuat perhitungan dimensi dan tipe sistem resapan air hujan untuk setiap kawasan permukiman yang memenuhi syarat kondisi fisik daerah yaitu tinggi muka air tanah, koefisien permeabilitas, dan sudut kemiringan lereng. 2). Membuat peta sebaran wilayah yang layak dibuat sistem resapan air hujan dan ditampilkan dalam Sistem Informasi Geografis. 3). Mengetahui hubungan tanggapan masyarakat tentang sistem resapan air hujan berdasarkan variabel pengetahuan dan sikap. Metode penelitian menggunakan pendekatan keruangan, pendekatan ekologi dan analisis tanggapan masyarakat. Pengukuran yang dilakukan pada penelitian ini meliputi pengukuran koefisien permeabilitas tanah, struktur lapisan tanah, kedalaman muka air tanah dengan jumlah lokasi sebanyak 88 titik pengukuran. Sampel responden digunakan untuk mengumpulkan data tanggapan masyarakat berupa parameter sikap dan pengetahuan tentang penerapan sistem resapan air hujan di kawasan pemukiman Kota Semarang. Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode acak (random sampling) dengan jumlah 867 responden. Hasil penelitian di 88 lokasi permukiman yang terdapat di kota Semarang yang tersebar di 16 kecamatan menunjukkan bahwa 30 lokasi memenuhi syarat menggunakan sistem resapan vertikal dengan sumur resapan dan 3 (tiga) lokasi memenuhi syarat menggunakan sistem resapan horizontal dengan parit resapan. Hasil penelitian tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat tentang sistem resapan air hujan di kota Semarang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang sistem resapan air hujan skor terendah sebesar 75% dan tertinggi 86,5%, sedangkan untuk variabel sikap skor paling rendah dengan 71% dan tertinggi 93,667% dengan kategori baik dan sangat baik. Secara umum menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki pengetahuan yang cukup tentang sistem resapan air hujan dan memiliki sikap yang sangat baik untuk menerapkan dalam kehidupan masyarakat. Kata kunci : sistem resapan air hujan, kawasan permukiman, pengetahuan dan sikap masyarakat, Semarang

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.