Konservasi tanah berbasis sosial ekonomi petani di DAS Garang provinsi Jawa Tengah
La Ode Restele,
2015 | Disertasi |Penelitian konservasi tanah berbasis sosial ekonomi petani ini dilaksanakan di daerah aliran sungai (DAS) Garang, Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1). mengkaji kesesuaian praktek konservasi tanah terhadap berbagai aspek fisik lahan usaha tani; (2). mengkaji pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi petani terhadap praktek konservasi tanah dan produktivitas lahan serta, (3).mengakaji pola sebaran tingkat partisipasi petani dalam praktek konservasi tanah DAS Garang. Metode penelitian adalah metode survey.Wilayah penelitian difokuskan pada wilayah hulu dan tengah DAS Garang. Pengumpulan data kondisi fisik dan penggunaan lahan diperoleh melalui interpretasi Peta RBI (Rupa Bumi Indonesia) dan Peta TBE (Tingkat Bahaya Erosi). Populasi penelitian adalah petani yang mengolah lahan usaha tani sawah, tegalan dan pekarangan. Sampel petani ditentukan secara Stratified Random Sampling, unit analisis tingkat bahaya erosi dengan jumlah 300 reponden. Pengumpulan data sosial ekonomi menggunakan observasi, wawancara terstruktur dan mendalam. Analisis data kondisi fisik dan sosial ekonomi dengan analisis kualitatif dan kauantitatif. Uji pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap konservasi tanah dan pengaruh konservasi tanah terhadap produktivitas menggunakan persamaan regresi linear OLS (Ordinary Least Square). Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1). Praktek konservasi tanah di wilayah hulu dan tengah DAS Garang sebagian besar tidak sesuai berdasarkan aspek fisik lahan, hal ini dibuktikan di wilayah hulu dan tengah berpotensi erosi kategori sangat ringan sampai sangat berat pada lahan usaha tani sawah, tegalan dan pekarangan yang memiliki kelerengan yang berbeda; (2). Faktor sosial ekonomi berpengaruh secara signifikan terhadap kegiatan konservasi tanah di wilayah hulu dan tidak berpengaruh secara signifikan di wilayah tengah. Kontribusi pengaruh sosial ekonomi di wilayah hulu 78.8% dan wilayah tengah 68.6%. Varibel sosial ekonomi dan konservasi tanah tidak berpengaruh signifikan diwilayah hulu dan berpengaruh secara signifikan di wilayah tengah terhadap produktivitas. Kontribusi faktor sosial ekonomi dan kegiatan konservasi tanah di wilayah hulu 12.9% dan wilayah tengah 44.7%. Perbedaan faktor fisik lahan dan sosial ekonomi di wilayah hulu dan tengah menyebabkan perbedaan tingkat signifikasi variabel sosial ekonomi terhadap keberhasilan praktek konservasi tanah dan produktivitas lahan usaha tani; (3). Perbedaan faktor fisik dan sosial ekonomi wilayah hulu dan tengah membentuk pola sebaran tingkat partisipasi petani berupa pola sebaran mengelompok. Kedekatan lahan usaha tani menyebabkan terbentuknya pola sebaran secara mengelompok dengan tingkat partisipasi kategori sedang. Perbedaan pola sebaran tingkat partisipasi petani dalam konservasi tanah memudahkan penentuan wilayah untuk perencanaan program konservasi tanah. Keberhasilan program kegiatan konservasi tanah membutuhkan keterlibatan semua pihak berdasarkan kewenangan dan kepentingan.
Kata Kunci :