Penyusunan model pengelolaan sampah permukiman berbasis masyarakat dikota Yogyakarta
Nasirudin,
2015 | Disertasi |Penelitian ini mengambil judul ”Penyusunan Model Pengelolaan Sampah Pemukiman Berbasis Masyarakat di Kota Yogyakarta” dan bertujuan untuk pembuatan peta zona pengelolaan sampah permukiman berdasarkan tipe kegiatannya, yaitu pengolahan sampah (zona hijau), pemilahan sampah (zona kuning), tanpa pemilahan dan pengolahan sampah (zona merah). Menganalisis faktor-faktor lingkungan (sikap, partisipasi, program pemerintah, dan keberhasilan) pada zonasi hijau, kuning, dan merah serta menyusun model pengelolaan sampah permukiman berbasis masyarakat dengan pendekatan SEM (Structural Equation Modeling). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, metode kualitatif digunakan untuk wawancara terhadap beberapa narasumber/orang kunci (key person), sementara metode kuantitatif dengan alat quesioner digunakan untuk mengetahui pengaruh program pemerintah (teknis dan non teknis), sikap, serta partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan pengelolaan sampah. Pengambilan sampel menggunakan cara Stratified Randome Sampling, dengan mempertimbangkan klasifikasi permukiman yaitu tipe permanen, semi permanen dan non permanen. Analisis data menggunakan tabulasi silang dan menggunakan model persamaan (SEM) Structural Equation Modeling . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 klasifikasi zona pengelolaan sampah permukiman di Kota Yogyakarta yaitu zona hijau sudah mengolah sampah, zona kuning sudah melakukan pemilahan sampah dan zona merah belum melakukan pemilahan dan pengolahan sampah. Pemetaan pelaksanaan pengelolaan sampah permukiman berbasis masyarakat di Kota Yogyakarta meliputi : Zona hijau 6,81% (14 Kecamatan, 31 kelurahan , 35 RW), Zona kuning 11,96% (14 Kecamatan, 45 kelurahan, 89 RW) Zona merah 81,23% (14 kecamatan, 45 kelurahan dan 494 RW). Pengaruh antara variabel (program, sikap, partisipasi terhadap keberhasilan pengelolaan sampah permukiman) pada setiap model pengelolaan sampah permukiman (hijau, kuning dan merah) mempunyai kekuatan pengaruh yang signifikan dan juga tidak signifikan. Perbedaan pengaruh kekuatan pada setiap model zona tersebut , akan menjadi titik tolak perencanaan dan penguatan program pemerintah baik teknis maupun non teknis. Program pemerintah, baik teknis dan non teknis, sosialisasi pemberdayaan masyarakat tentang pengelolaan sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan dilengkapi arah pengembangan yang jelas, sesuai model karakter tiap-tiap zona. Kata kunci : Pengelolaan sampah, permukiman, berbasis masyarakat
Kata Kunci :