Laporkan Masalah

Persepsi terhadap risiko dan strategi mempertahankan penghidupan peternak sapi perah dilereng selatan gunungapi Merapi pasca erupsi 2010

Siti Andarwati,

2015 | Disertasi |

Erupsi gunungapi Merapi 2010 mengubah kondisi lingkungan terutama pertanian dan peternakan di lereng selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji: 1) Persepsi peternak sapi perah di lereng selatan gunungapi Merapi terhadap risiko bahaya pasca erupsi 2010 pada kawasan rawan bencana (KRB) III dan KRB II, 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan peternak sapi perah di kawasan rawan bencana di lereng selatan gunungapi Merapi untuk kembali ke dusun asal mereka sesudah erupsi 2010, 3) Strategi peternak sapi perah di kawasan rawan bencana di lereng selatan gunungapi Merapi dalam mempertahankan penghidupan pasca erupsi gunungapi Merapi 2010, dan 4) Menyusun model strategi penghidupan terbaik bagi peternak sapi perah di daerah rawan bencana di lereng selatan gunungapi Merapi pasca erupsi 2010. Penelitian dilakukan di Kecamatan Cangkringan, meliputi Dusun Kaliadem (KRB III) dan Dusun Gondang Wetan (KRB II). Penelitian dilaksanakan dengan metode Survey dengan wawancara langsung kepada responden menggunakan kuesioner. Responden ialah peternak sapi perah berjumlah 134 terdiri dari 84 peternak sapi perah di KRB III (Dusun Kaliadem) dan 50 peternak KRB II (Dusun Gondang Wetan) yang diambil dengan metode Sensus. Penilaian persepsi peternak sapi perah terhadap risiko bahaya gunungapi Merapi dilakukan berdasarkan kriteria menurut skala Likert. Guna mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku peternak sapi perah di lereng selatan Merapi untuk kembali ke dusun asal, digunakan analisis Model Logit. Analisis statistik untuk klasifikasi strategi penghidupan menggunakan analisis Faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak sapi perah di lereng selatan gunungapi Merapi (KRB III dan KRB II) rata-rata memiliki persepsi tinggi terhadap risiko bahaya gunungapi Merapi. Rata-rata nilai skor persepsi peternak di KRB III sama dengan peternak di KRB II. Nilai Nagelkerke R Square 0,812 yang berarti kemampuan variabel bebas menjelaskan model sebesar 81,2 %. Variabel bebas yang berpengaruh terhadap keinginan peternak untuk kembali ke dusun semula sesudah erupsi 2010 adalah: 1) kepemilikan sapi perah, 2) pendidikan, 3) budaya, dan 4) informasi. Peternakan sapi perah menjadi pilihan strategi yang paling dominan bagi masyarakat peternak pasca erupsi Merapi 2010 yang menjamin keberlanjutan bagi kehidupan mereka. Kata kunci: Gunungapi Merapi, persepsi, strategi penghidupan, peternak, sapi perah

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.