Laporkan Masalah

Penelusuran jejak lingkungan danau purba disekitar candi Borobudur dengan pendekatan Paleogeomorfologi

Helmy Murwanto,

2015 | Disertasi |

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterdapatan “Danau Purba Borobudur” yang didasarkan pada kondisi paleogeomorfologi kaitannya dengan aktivitas manusia. Untuk mencapai tujuan utama tersebut diperlukan lima tujuan yang lebih rinci, yaitu (1) mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan perubahan ekosistem danau menjadi bentuklahan dataran berdasarkan pendekatan paleogeomorfologi; (2) mengkaji perubahan spasiotemporal ekosistem Danau Borobudur; (3) mengkaji dinamika sungai yang bermuara di Danau Borobudur, serta pola aliran dan tingkat perkembangan sungai setelah ekosistem danau menjadi bentuklahan dataran; (4) mengkaji hubungan antara “jalan lurus” dengan Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Borobudur di masa lalu; (5) mengkajipengaruh ekosistem danau hubungannya dengan aktivitas manusia di masa kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan paleogeomorfologi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menunjukkan berbagai komponen ekosistem yang terdapat pada ekosistem Danau Borobudur. Pengumpulan data geologi dan geomorfologi dilakukan dengan survei lapangan, pendugaan geolistrik, dan analisis laboratorium. Kegiatan pengamatan dan pengukuran lapangan dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik lapangan, pendugaan geolistrik untuk mengetahui stratigrafi, sedangkan uji laboratorium untuk mengetahui kondisi spasiotemporal daerah penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian dulunya merupakan kawasan danau yang kini telah mengalami pendangkalan. Faktor yang menyebabkan terjadinya pendangkalan danau adalah adanya aktivitas vulkanik, tektonik, gerakan tanah dan aktivitas manusia. Perubahan spasiotemporal danau dapat dilakukan dapat dibagi menjadi tiga waktu yaitu Pleistosen Akhir, Holosen dan Resen. Perubahan ekosistem danau ini berpengaruh terhadap pola aliran, stadia sungai, dan aktivitas manusia. Keberadaan jalan lurus penghubung Candi Mendut, Pawon, dan Borobudur dimungkinkan ada setelah danau mengalami pendangkalan setempat-setempat. Ekosistem danau berpengaruh terhadap aktivitas manusia yang tergambarkan dalam relief candi dan berpengaruh terhadap toponim, mata pencaharian dan pariwisata. Kata Kunci : Danau Purba Borobudur, paleogeomorfologi, spasiotemporal, jalan lurus, aktivitas manusia

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.