Pengembangan wilayah pesisir melalui pengelolaan sumberdaya perikanan berbasis masyarakat dikabupaten Gorontalo Utara
Gunalan,
2014 | Disertasi |Kabupaten Gorontalo Utara merupakan daerah otonom baru dengan wilayah terbentang di pesisir pantai utara Pulau Sulawesi. Potensi sumber daya perikanan yang ada sangat besar, tetapi produksi yang dihasilkan masih sangat kecil. Hal ini disebabkan oleh jenis perikanan yang tidak sesuai dengan karakteristik, bentuk pengelolaan yang tidak efektif serta partisipasi masyarakat yang terasa masih kurang. Untuk itu diperlukan penelitian/kajian yang mendalam demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten ini dengan tujuan : 1) mengkaji pengaruh karakteristik wilayah pesisir secara keseluruhan terhadap potensi perikanan di Kabupaten Gorontalo Utara, 2) mengkaji bentuk-bentuk pengelolaan wilayah pesisir yang sesuai dalam peningkatan produksi perikanan di Kabupaten Gorontalo Utara, 3) mengkaji partisipasi masyarakat dalam hubungannya dengan pengelolaan sumberdaya perikanan di Kabupaten Gorontalo Utara, serta 4). merumuskan strategi pengelolaan sumber daya pesisir di Kabupaten Gorontalo Utara berdasarkan skala prioritasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan utama geografi dan lebih difokuskan pada pendekatan kompleks kewilayahan. Metode yang digunakan adalah gabungan antara metode kualitatif dan metode kuantitatif. Dari hasil penelitian, diperoleh gambaran pemanfaatan potensi perikanan dan kelautan di Kabupaten Gorontalo Utara masih sangat rendah. Rumput laut, baru 3,667 % dari luas potensial tersedia yang diusahakan, perikanan tangkap baru sebesar 13.728 ton dan budidaya ikan termasuk kerang mutiara baru 240 ha atau 11,72% yang diusahakan. Rendahnya pemanfaatan potensi ini diakibatkan oleh : Bentuk pengelolaan sumber daya perikanan yang cenderung masih mempertahankan pengelolaan yang konvensional. Derajat partisipasi masyarakat masih sangat lemah yang disebabkan oleh kondisi geografis yang sulit, keterbatasan biaya, dan jarak tempuh ke posko-posko penyuluh. Komitmen pemerintah dalam melibatkan masyarakat masih kurang, dimana pemerintah terkesan memaksakan program karena mengejar capaian program tanpa memperhatikan kualitas pelaksanaan program. Komitmen masyarakat untuk berpartisipasi dalam program pemerintah masih kurang karena pandangan masyarakat terhadap pemerintah terlanjur negatif. Satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah, pemerintah daerah dalam pelaksanaan program pembangunan tidak konsisten. Ini terbukti dengan dihentikannya pelaksanaan program Gerbang Emas, program ini sangat menyentuh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebaruan dari penelitian ini adalah : program gerbang emas yang pernah dicanangkan pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo Utara merupakan program yang sangat baik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program ini memperpendek rentang kendali ke daerah-daerah karena pemerintah tingkat kabupaten sering berkantor di desa-desa secara bergiliran. Konsep ini juga mengutamakan sinergi antara pemerintah dan masyarakat sehingga keinginan masyarakat dapat langsung terakomodir dalam program pemerintah Kata Kunci : wilayah kepesisiran, sumber daya, partisipasi
Kata Kunci :