Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk pemetaan potensi air tanah kota Yogyakarta
Delima Putri,
2016 | Tugas Akhir |Penelitian ini dilatar belakangi oleh air tanah yang tidak dapat dlihat secara langsung pada penginderaan jauh sehingga menyulitkan pembuatan peta potensi air tanah yang menyebabkan jarangnya terdapat peta potensi air tanah. Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota yang berkembang sangat pesat sehingga memiliki bangunan-bangunan yang sangat padat yang dikhawatirkan mengganggu proses infiltrasi, selain itu padatnya penduduk Kota Yogyakarta mengharuskan air yang cukup untuk menhidupi masyarakat Kota Yogyakarta yang padat sehingga perlu dilakukan pemetaan potensi air tanah di Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran citra Quickbird dalam pemetaan zonasi potensi air tanah di Kota Yogyakarta dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi dan mengetahui persebaran zonasi potensi air tanah di Kota Yogyakarta Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Citra Quickbird Kota Yogyakarta Tahun 2012, Peta Tanah semi detail Daerah Istimewa Yogyakarta Skala 1:50.000, Peta Geologi Daerah Istimewa Yogyakarta Skala 1:100.000, dan Aster Dem Kota Yogyakarta. Berbagai macam survey telah dilakukan antara lain survey tekstur tanah yang dilakukan pada tanggal 5 Mei 2016, survey uji akurasi hasil obia pada tanggal 13 Mei 2016, dan survey kedalaman sumur warga pada tanggal 19 Mei 2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif berjenjang dimana setiap parameter memiliki bobot yang sama. Hasil dari penelitian ini berupa Peta Potensi Air Tanah di Kota Yogyakarta yang dihasilkan dari 4 parameter yang ada dan hasil perbandingannya dengan survey lapangan pengukuran kedalaman muka air tanah di sumur warga. Dimana potensi air tanah di Kota Yogayakarta mempunyai 5 kelas yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah dimana kelas sangat rendah merupakan kelas yang paling mendominasi dan kelas sangat tinggi merupakan kelas yang paling sedikit. Hasil survey lapangan memiliki 5 kelas yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, sangat rendah dimana kelas yang mendominasi adalah kelas sangat tinggi dan yang paling sedikit adalah kelas sangat rendah dan rend
Kata Kunci :