Pemetaan tingkat kerawanan kebakaran hutan di Taman Nasional Gunung Merapi Tahun 2016
Pajri Yunus,
2016 | Tugas Akhir |Hutan yang menjadi paru-paru dunia kian lama semakin berkurang karena sering terjadi kebakaran hutan. Di Pulau Jawa, Taman Nasional Gunung Merapi merupakan kawasan hutan yang hampir setiap tahun terjadi kebakaran hutan. Tahun 2015 terjadi kebakaran hutan di beberapa daerah di Taman Nasional Gunung Merapi yaitu di Resort Dukun, Srumbung, Selo, dan Cangkringan. Upaya pencegahan perlu dilakukan dalam penanganan kebakaran hutan, dengan memfokuskan pada daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wilayah yang memiliki potensi rawan terjadinya kebakaran hutan di Taman Nasional Gunung Merapi dan untuk mengetahui seberapa besar peranan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografi dalam pemodelan kerawanan kebakaran di Taman Nasional Gunung Merapi. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Nasional Gunung Merapi. Dalam penelitian ini Peta Kerawanan Kebakaran Hutan tersusun dari beberapa parameter yang mempengaruhi terjadinya kebakaran hutan. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penutup lahan, kerapatan vegetasi, kelembaban vegetasi, suhu permukaan, kemiringan lereng, ketinggian, dan jarak jalan terhadap hutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode skoring dengan memberikan bobot yang sama untuk setiap parameter tersebut. Penelitian ini menghasilkan Peta Tingkat Kerawanan Kebakaran Hutan di Taman Nasional Gunung Merapi. Tingkat kerawanan kebakaran hutan terdiri dari lima kelas kerawanan yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Tingkat kerawanan tinggi memiliki luasan 35,39 % dari total luas Taman Nasional Gunung Merapi yang persebaranya terdapat di semua resort. Tingkat kerawanan kebakaran hutan sangat tinggi memiliki luasan 11,03% yang persebaranya sangat dominan di Resort Dukun dan Srumbung. Hasil pemodelan kerawanan kebakaran hutan di Taman Nasional Gunung Merapi menggunakan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografi sangat efektif, karena 96,14% luasan kejadian kebakaran hutan tahun 2015 terdapat pada tingkat kerawanan tinggi dan sangat tinggi.
Kata Kunci :