Pemanfaatan tiga saluran inframerah citra Himawari 8 untuk mendeteksi abu vulkanik letusan gunungapi Barujari tahun 2015 pulau Lombok
Erowati,
2016 | Tugas Akhir |Letusan Gunungapi Barujari pada 4 November 2015 menyemburkan abu vulkanik dengan sebaran yang sewaktu-waktu berubah. Hal tersebut sering menjadi kendala dalam penerbangan dan juga merugikan masyarakat sekitar. Penelitian tentang abu vulkanik ini memiliki tujuan untuk mendeteksi keberadaan dan arah sebaran abu vulkanik selama 24 jam sehingga dapat diamati perkembangannya. Abu vulkanik letusan Gunungapi Barujari terdeteksi dari Citra Himawari 8 pada perekaman 4 November 2015 yaitu pukul 07.00 WIB hingga 06.00 WIB 5 November 2015. Saluran yang digunakan meliputi tiga saluran inframerah (IR) dengan pusat panjang gelombang 3,9 ?m; 10,4 ?m; dan 12,3 ?m. Teknik yang digunakan ada 2 yaitu visualisasi dengan komposit citra Red Green Blue (RGB) dan transformasi algoritma Three-band Volcanic Ash Product (TVAP). Visualisasi RGB abu vulkanik dilakukan pada perangkat lunak otomatis Satellite Animation and Interactive Diagnose (SATAID) dengan susunan warna merah (IR.12,3 ?m – IR.10,4 ?m); hijau (IR.10,4 ?m – IR.3,9 ?m); dan biru (IR.3,9 ?m). Sedangkan, untuk transformasi TVAP dalam perhitungannya menggunakan faktor skala dan konstanta untuk meningkatkan suhu kecerahan abu vulkanik sehingga dapat dibedakan dengan objek disekitarnya. Hasil deteksi abu vulkanik dari visualisasi RGB menunjukan abu vulkanik memiliki warna orange hingga pink. Sedangkan, hasil transformasi algoritma TVAP abu vulkanik berwarna putih. Berdasarkan hasil pengamatan pada 12 jam pertama dimulai pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB pada 4 November 2015, sebaran abu vulkanik bergerak ke arah barat hingga barat daya. Setelah 12 jam berikutnya, pukul 19.00 WIB hingga 06.00 WIB 5 November 2015, abu vulkanik sudah menyebar ke arah barat, barat daya dan selatan. Pergerakan sebaran abu vulkanik mencapai Lombok, Bali, Banyuwangi, serta sebagian lepas ke Samudera Hindia. Akibatnya, penerbangan dari/ke bandara di daerah-daerah tersebut ditunda selama beberapa waktu dan kegiatan masyarakat sedikit terganggu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah teknik TVAP lebih baik digunakan dibandingkan dengan RGB karena deteksi abu vulkanik dengan densitas rendah masih bisa diamati dari hasil citra keluarannya.
Kata Kunci :