Laporkan Masalah

Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk pemetaan zonasi rawan banjir dikabupaten Lamongan

Adhitya Aulia Rakhman,

2015 | Tugas Akhir |

Bencana banjir merupakan bencana musiman yang selalu terjadi di kabupaten Lamongan. Bencana banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi dan letak kabupaten Lamongan yang dilalui aliran DAS Bengawan Solo. Teknologi yang digunakan dalam melakukan mitigasi bencana banjir adalah dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh untuk membuat peta zonasi rawan banjir di kabupaten Lamongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui agihan zona rawan banjir di kabupaten Lamongan dengan menggunakan teknologi SIG dan penginderaan Jauh. Proses pembuatan peta zonasi rawan banjir di kabupaten Lamongan menggunakan analisis parameter fisik dengan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografi. Teknologi penginderaan jauh digunakan untuk melakukan identifikasi penggunaan lahan pada citra Landsat 8 OLI TIRS dengan metode interpretasi visual. Teknologi SIG digunakan untuk melakukan pemodelan analisis spasial terhadap ketiga parameter (kemiringan lereng, tanah, dan penggunaan lahan) dengan analisis overlay metode kuantitatif berjenjang tertimbang. Keunggulan dari teknologi SIG dan penginderaan jauh ialah mempermudah dalam melakukan pemodelan spasial untuk peta kerentanan banjir dengan menggunakan data penggunaan lahan terkini sebagai parameter fisiknya. Hasil dari penelitian ini adalah peta zonasi rawan banjir di kabupaten Lamongan. Peta hasil penelitian ini dapat mempermudah dalam menganalisis agihan zona rawan banjir di kabupaten Lamongan sehingga dapat digunakan untuk bahan dalam melakukan kebijakan mitigasi bencana banjir di kabupaten Lamongan. Persentase zonasi kerentanan banjir menunjukkan kelas sangat rentan 39,79%, rentan 29,34%, sedang 23,56%, kurang rentan 5,19%, dan tidak rentan 2,11%. Berdasarkan luasan persebaran hasil pemodelan spasial menunjukkan kabupaten Lamongan didominasi oleh wilayah yang sangat rentan terhadap banjir. Berdasarkan hasil dari penelitian ini memberikan pengetahuan kepada pemerintah dan masyarakat untuk lebih siaga terhadap banjir agar risiko bencana dapat dikurangi. Uji akurasi terhadap data penggunaan lahan yang berasal dari inerpretasi citra Landsat 8 menunjukkan angka 94,7%. Angka tersebut menunjukkan teknologi penginderaan jauh sangat baik digunakan untuk pemodelan spasial banjir dengan melihat aspek penggunaan lahan terkini.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.