Laporkan Masalah

Aplikasi sistem informasi geografis untuk pemetaan indeks potensi lahan dikabupaten Magelang tahun 2014

Rani Novitasari,

2015 | Tugas Akhir |

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran indeks potensi lahan di Kabupaten Magelang dengan mengaplikasikan Sistem Informasi Geografi dengan menggunakan metode Indeks Potensi Lahan (IPL), sehingga dapat diprediksi seberapa besar tingkat kemampuan lahan secara umum dan pola persebarannya pada daerah kajian. Dengan mengetahui IPL, akan sangat membantu dalam proses pengambilan keputusan penggunaan lahan yang tepat sehingga lebih efisien dan memperoleh hasil yang maksimal dari penggunaan lahan tersebut. Wilayah yang dikaji dalam penelitian ini adalah daerah Kabupaten Magelang. Karena kabupaten Magelang mempunyai topografi yang sangat beragam dari landai, berombak, berbukit, bergunung, penggunaan lahan yang dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik gunung api dan aktivitas aliran sungai, serta penggunaan lahannya yang beraneka ragam. Parameter-parameter yang digunakan dalam Indeks Potensi Lahan (IPL) adalah faktor lereng, faktor litologi (jenis batuan), faktor jenis tanah, faktor hidrologi, dan faktor pembatas atau tingkat kerawanan bencana. Setiap parameter tersebut diatas memiliki nilai harkatnya masing-masing, yaitu semakin besar harkat maka semakin besar pula pengaruhnya untuk menciptakan nilai Indeks Potensi Lahan yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode pengharkatan (Scoring), dan metode tumpeng susun (Overlay). Metode ini adalah metode menggabungkan dua buah peta atau lebih yang memiliki koordinat yang sama untuk menghasilkan satuan pemetaan baru (peta potensi lahan). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Peta Indeks Potensi Lahan Kabupaten Magelang skala 1 : 250.000. Peta tersebut menyajikan 4 kelas potensi lahan yang terdiri atas kelas tinggi (kelas I), kelas sedang (kelas II), kelas rendah (kelas III), dan kelas sangat rendah (kelas IV).

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.