Laporkan Masalah

Aplikasi citra satelit landsat 8 dan sistem informasi geografis untuk penentuan tingkat keamanan permukiman dari banjir lahar dingin di wilayah barat daya lereng gunung Merapi

Azis Nurwahyuanto,

2015 | Tugas Akhir |

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak gunung api yang masih aktif khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan gunung api akan menimbulkan berbagai dampak negatif yaitu bencana primer dan bencana sekunder. Salah satu bencana sekunder yang ditimbulkan akibat aktivitas gunung api adalah banjir lahar dingin. Wilayah-wilayah yang terkena dampak secara langsung adalah wilayah yang terdapat di bawah lereng gunung dan khususunya berada di bantara sungai yang dialiri oleh banjir lahar dingin semisal di Kali Putih. Permukiman-permukiman penduduk tentunya termasuk salah satu yang terkena dampak oleh aliran banjir lahar dingin yang dapat merusak keberadaanya permukiman.Penelitian ini memiliki tujuan untuk membuat peta zonasi tingkat keamanan permukiman dari banjir lahar dingin di wilayah barat daya lereng gunung Merapi, mengetahui peran integrasi antara metode penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dalam pemetaan tingkat keamanan permukiman dari banjir lahar dingin di wilayah barat daya lereng gunung Merapi, dan mengetahui faktor-faktor utama penyebab perbedaan tingkat keamanan permukiman dari banjir lahar dingin di wilayah barat daya lereng gunung Merapi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif berjenjang tertimbang dengan adanya faktor pembobot pada masing-masing parameter dan mengoverlaykan 6 parameter yaitu, penggunaan lahan, kemiringan lereng, drainase permukaan, intensitas curah hujan, jarak permukiman terhadap sungai, dan kawasan rawan bencana merapi. Salah satu parameter yaitu parameter penggunan lahan didapatkan dengan menyadap citra satelit Landsat 8 tahun 2014 sebagian Jawa Tengah. Ketika memastikan hasil ketelitiannya, maka dilakukan survey lapangan dan hasil yang didapatkan antara perbandingan hasil interpretasi dan hasil survey lapangan memiliki presentase ketelitian sebesar 87,87%. Dalam penelitian juga digunakan data-data sekunder dari instansi terkait yang berbentuk raster yang nantinya akan didigitalkan menjadi parameter-parameter yang lain. Hasil penelitian tingkat keamanan permukiman dari banjir lahar dingin dibagi ke dalam kelas yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Kelas keamanan rendah memiliki presentase sebesar 2,82 % atau 62,32 Ha dari seluruh wilayah permukiman yang ada. Kelas kemanan sedang memiliki presentase sebesar 23,57 % atau 520,74 ha, dan kelas yang terakhir yaitu kelas keamanan tinggi memiliki presentase sebesar 73,62 % atau 1.626,55 ha.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.