Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk pemetaan keterjangkauan kawasan industri berdasarkan faktor aksesibilitas lingkungan dikabupaten Bekasi
Helda Fitriana Sari,
2015 | Tugas Akhir |Kegiatan penduduk di Kabupaten Bekasi terus mengalami peningkatan dibidang industri. Sebagian besar industri di Kabupaten Bekasi melakukan impor/ekspor barang dan jasa yang dibutuhkan. Kegiatan distribusi barang melalui pelabuhan atau bandara. Tujuan penelitian ini adalah memetakan keterjangkauan kawasan industri di Kabupaten Bekasi berdasarkan faktor aksesibilitas lingkungan seperti jarak kawasan industri menuju jalan tol, kondisi jalan, lebar jalan dan trayek kendaraan. Penelitian ini menggunakan peran data penginderaan jauh untuk identifikasi parameter fisik objek penelitian dan peran sistem informasi geografis untuk analisis data atribut. Metode analisis data atribut menganalisa tiap parameter penelitian ini dengan memberikan harkat dan nilai pembobot untuk menentukan kelas keterjangkauan kawasan industri. Penentuan kelas keterjangkauan penelitian ini menggunakan rumus sturges. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keterjangkauan kawasan industri di Kabupaten Bekasi dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas keterjangkauan sedang dan kelas keterjangkauan tinggi. Aksesibilitas sedang menandakan wilayah tersebut agak mudah diakses yang berada di Kawasan MM 2100 dan Kawasan Delta Silicon II. Aksesibilitas tinggi menandakan wilayah tersebut mudah diakses baik dari segi jarak maupun waktu tempuh perjalanan yang berada di Kawasan Industri Gobel, Kawasan Hyundai, Kawasan E.J.I.P, Kawasan Delta Silicon 1, Kawasan Industri Jababeka 1 dan Jababeka 2, dan Kawasan Patria Manunggal.
Kata Kunci :