Substitusi band biru pada citra SPOT 5 berdasarkan simulasi band-band pada citra SPOT 6 untuk pembuatan citra true color composite
Gita Muthia Anindi,
2015 | Tugas Akhir |INTISARI Salah satu kelemahan dari citra multispektral SPOT 5 adalah tidak dapat memberikan komposit warna alami/natural color composite sebagaimana komposit 321 pada Landsat TM/ETM, IKONOS, Quickbird, dan ALOS AVNIR- 2. Hal ini dikarenakan instrumet HRG tidak merekam pada spektrum biru (0,4-0,5 nm). Untuk membuat True Color pada citra SPOT 5 maka dapat dibuat suatu simulasi band biru dengan melibatkan band-band yang ada pada citra SPOT 5 dengan harapan mampu membuat citra True Color SPOT 5 untuk penajaman visual. Metode yang digunakan dalam simulasi band biru pada SPOT 5 ini adalah dengan membuat suatu algoritma pada software Ermapper, dimana algoritma tersebut diterapkan pada SPOT 6 terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang lebih baik karena citra SPOT 6 memiliki panjang gelombang biru sehingga lebih mudah dalam menganalisa. Algoritma tersebut digunakan untuk membuat band biru yang nantinya band biru hasil simulasi akan digabungkan dengan kombinasi band pada SPOT 5. Simulasi band biru menghasilkan suatu citra True Color pada SPOT 5. Penelitian ini menyajikan citra SPOT 5 tanpa menggunakan band biru dan citra SPOT 5 menggunakan band biru hasil simulasi sehingga pengguna dapat menggunakan kedua citra tersebut berdasarkan kebutuhannya. Perbandingan kurva pantulan spektral dari citra True Color SPOT 5 dengan kurva pantulan objek menunjukan beberapa perbedaan terlebih pada beberapa objek yang berbeda seperti vegetasi, tubuh air dan permukiman. Kata Kunci : SPOT 5, algoritma, band biru
Kata Kunci :