Identifikasi mangrove melalui teknik analisis visual citra landsat 7 ETM+ sebagian daerah pesisir kabupaten Pohuwato provinsi Gorontalo
Anang Kuncoro Wibisono,
2015 | Tugas Akhir |Hutan mangrove merupakan daerah yang dapat mencegah adanya abrasi pantai dan merupakan ekosistem air payau yang didalamnya terdapat berbagai jenis ikan dan udang. Oleh karena itu perlu dijaga agar tidak terjadi kerusakan dengan mengetahui sebaran dari hutan mangrove. Hutan mangrove merupakan salah satu sumberdaya alam daerah pantai yang mempunyai fungsi produksi, perlindungan dan pelestarian alam merupakan suatu ekosistem hutan yang sangat unik, yaitu sebagai penyambung (interface) antara ekosistem daratan dengan ekosistem lautan Data penginderaan jauh yang digunakan untuk mengidentifikasi kerapatan hutan mangrove adalah data Citra Satelit Landsat TM 15 September 1997 dan perekaman tanggal 16 Juli 2001 dengan tingkat ketelitian spasial 30 meter. Citra Satelit Landsat TM sangat efektif digunakan untuk inventarisasi dan identifikasi penutupan lahan mangrove. Salah satu metode untuk mengetahui sebaran hutan mangrove adalah dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh. Penelitian ini menggunakan citra satelit Landsat untuk mengidentifikasi hutan mangrove, dan kerapatannya. Hasil penelitian yaitu Peta Tentatif Kerapatan Mangrove yang didapat dari citra Landsat 7 ETM+ yang merupakan salah satu parameter untuk pengelolaan dan pemanfaatan area mangrove di wilayah pesisir pantai. Sehingga nantinya akan diperoleh mangrove kerapatan jarang, mangrove kerapatan sedang dan mangrove kerapatan tinggi. Yang tersaji dalam grafik untuk kerapatan jarang yaitu antara 0.046154-0.303448, kerapatan sedang antara 0.303448-0.318147, dan kerpatan rapat antara 0.337466-0.45614
Kata Kunci :