Pemanfaatan citra penginderaan jauh untuk mengidentifikasi morfologi kota Yogyakarta tahun 1992, 2002 dan 2013
Dimas Eka Fajar,
2015 | Tugas Akhir |Area perkotaan Yogyakarta merupakan ruang lingkup dari penelitian ini. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan morfologi Kota Yogyakarta, luas wilayah perkembangannya, dan arah perkembangan Kota Yogyakarta. Manfaat dari penelitian secara akademis sebagai pengetahuan bentuk morfologi Kota Yogyakarta dan sebagai pengetahuan mengenai klasifikasi terselia (Supervised). Manfaat secara empiris yaitu untuk memonitoring arah perkembangan fisik kota dengan data penginderaan jauh dan sebagai masukan dalam merumuskan kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi perkembangan area perkotaan. Metode dalam penelitian ini menggunakan klasifikasi multispektral dengan data citra Landsat tahun 1992, 2002, dan 2013. Klasifikasi multispektral yang digunakan yaitu klasifikasi terselia atau supervised dimana harus mengambil sampel tiap kelas penggunaan lahan berdasarkan perhitungan jumlah piksel yang diambil pada setiap sampel. Perhitungan luas daerah berkembang dilakukan dengan menghitung jumlah piksel area berkembang dikalikan dengan luas piksel pada hasil klasifikasi multispektral. Rumus jumlah lokasi pengambilan sampel yaitu n + 1 dimana n merupakan jumlah saluran yang digunakan. Sedangkan jumlah piksel yang diambil pada masing-masing lokasi sampel menggunakan rumus 100n. Penggunaan rumus 100n karena citra yang digunakan mempunyai resolusi sedang. Hasil dari penelitian ini berupa yaitu morfologi Kota Yogyakarta tahun 1992 dan 2002 berbentuk gurita, sedangkan tahun 2013 berbentuk konsentris terpecah. Arah perkembangan Kota Yogyakarta yang paling pesat mengalami perkembangan mengarah ke arah utara dan timur laut, sedangkan arah selatan dan barat daya tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Kata kunci : Yogyakarta, Klasifikasi Terselia, Morfologi Kota, Arah Perkembangan
Kata Kunci :