Aplikasi sistem informasi geografis dan penginderaan jauh untuk pemetaan agihan potensi kekeringan dikabupaten Purworejo
Raina Rahmawati,
2015 | Tugas Akhir |Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah pada bulan September-Desember 2014. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kerawanan kekeringan di Purworejo menggunakan aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi (SIG). Data penginderaan jauh yang digunakan untuk identifikasi potensi kekeringan dihasilkan dari transformasi indeks kebasahan pada citra satelit Landsat 8 dan analisis parameter potensi kekeringan. Tranformasi indeks kebasahan Landsat 8 Kabupaten Purworejo menghasilkan nilai piksel terendah yaitu -20524 dan tertinggi 7374. Semakin tinggi nilai piksel hasil transformasi maka semakin tinggi tingkat kebasahan, tetapi potensi kekeringan semakin kecil. Sebaliknya semakin kecil nilai piksel dan indeks kebasahannya, maka semakin tinggi potensi kekeringan di daerah tersebut. Parameter yang digunakan dalam menentukan potensi kekeringan antara lain curah hujan, penggunaan lahan, kemiringan lereng, kedalaman airtanah, dan infiltrasi tanah dianalisis dengan menggunakan metode overlay sehingga menghasilkan 4 klasifikasi potensi kekeringan, yaitu rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Hasil klasifikasi ini yang digunakan sebagai acuan mengkelaskan nilai piksel pada citra transformasi sesuai potensi kekeringan. Hasil penelitian ini mengidentifikasikan bahwa tingkat potensi kekeringan dapat digolongkan menjadi empat kategori yaitu potensi kekeringan rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Sebaran daerah yang potensi kekeringannya rendah meliputi luas 345,39 km², kategori sedang meliputi luas 512,61 km², kategori tinggi 181,79 km², sangat tinggi 38,34 km². Hasil dari peta agihan potensi kekeringan di Kabupaten Purworejo dengan klasifikasi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi, serta hasilnya dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan wilayah yang berpotensi kekeringan. Kata kunci: kekeringan, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografi, indeks kebasahan
Kata Kunci :