Evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman jambu mete dengan metode weight factor matching dikabupaten Bantul
Hamzah Haz Fahmi,
2015 | Tugas Akhir |Tanaman jambu mete merupakan komoditas ekspor yang banyak manfaatnya, mulai dari akar, batang, daun dan buahnya. Selain itu juga biji mete (kacang mete) dapat digoreng untuk makanan bergizi tinggi dan bernilai ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui akurasi data DEM citra SRTM dalam penentuan suhu udara yang merupakan salah satu parameter penentu kesesuaian lahan untuk tanaman jambu mete; 2) melakukan pemetaan kesesuaian lahan untuk tanaman jambu mete di Kabupaten Bantul; 3) mengetahui wilayah yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai perluasan lahan perkebunan jambu mete di Kabupaten Bantul. Sumber data yang digunakan adalah data DEM citra SRTM Kabupaten Bantul, data sekunder dan survey lapangan. Metode yang digunakan untuk kesesuaian lahan tanaman jambu mete adalah metode Weight Factor Matching. Parameter yang digunakan antara lain bentuklahan, kemiringan lereng, jenis tanah, intensitas curah hujan dan suhu udara. Bentuklahan, kemiringan lereng, jenis tanah dan intensitas curah hujan diperoleh dari data sekunder sedangkan suhu udara diperoleh dari proses pengolahan data DEM citra SRTM. Dilakukan survey kemiringan lereng untuk mengetahui kondisi kemiringan lereng yang ada di lapangan dengan titik sample sebanyak 42 titik yang dilaksanakan tanggal 6-7 Januari 2015. Survey suhu udara juga dilakukan pada tanggal 8-10 Januari 2015 dengan titik sampel sebanyak 47 titik untuk uji akurasi suhu udara hasil pengolahan data DEM citra SRTM. Kelas kesesuaian lahan untuk tanaman jambu mete diperoleh dari hasil tumpang tindih (overlay) parameter bentuklahan, kemiringan lereng, jenis tanah, intensitas curah hujan, dan suhu udara yang kemudian dievaluasi dengan metode Weight Factor Matching. Data DEM citra SRTM memiliki tingkat ketelitian sebesar 72,34% untuk suhu udara. Kelas kesesuaian lahan untuk tanaman jambu mete di Kabupaten Bantul terbagi menjadi 3 kelas yaitu kelas Cukup Sesuai (S2) dengan luas 303,293 km2 atau sekitar 59,28% dari luas Kabupaten Bantul, Sesuai Marginal (S3) dengan luas 49,811 km2 atau sekitar 9,53% dari luas Kabupaten Bantul, dan Tidak Sesuai (N) dengan luas sekitar 158,548 km2 atau sekitar 30.98% dari luas Kabupaten Bantul 511.652 km2. Kata kunci : Kesesuaian Lahan, Overlay, Weight Factor Matching.
Kata Kunci :