Pemanfaatan citra landsat multitemporal untuk mengetahui trend mangrove sebagian kota Surabaya provinsi Jawa Timur
Margianto Dimas Kurniawan,
2014 | Tugas Akhir |Citra Landsat merupakan salah satu citra satelit penginderaan jauh yang memiliki resolusi spektral tinggi. United States Geological Survey (USGS) telah memberikan koreksi geometrik level-1T sehingga mempermudah pengguna untuk memanfaatkannya. Pemanfaatan citra Landsat multitemporal menggunakan komposit saluran inframerah dekat, saluran inframerah pendek dan saluran merah memperjelas serta mempermudah mengenali obyek khususnya vegetasi yang mempunyai kadar klorofil. Obyek vegetasi dapat dibedakan menurut kadar klorofil dan kelembabannya terutama dapat membedakan antara vegetasi darat yang memiliki rona cerah dengan mangrove yang lebih memiliki rona gelap. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta trend mangrove selama 20 tahun, mengetahui luas dan arah perubahan mangrove yang terjadi, serta mengetahui tingkat akurasi klasifikasi obyek mangrove dari citra Landsat dengan obyek asli dilapangan. Informasi sebaran trend mangrove sendiri di dapatkan menggunakan cara klasifikasi terselia metode Mahalanobis Distance yang mengkelaskan citra menjadi beberapa kelas obyek penutup lahan, selanjutnya dipilih/digunakan hanya kelas obyek mangrove saja. Untuk menguji kebenaran klasifikasi, dibuatlah matrix dengan membandingkan obyek asli terhadap obyek sampel yang diambil dilapangan menggunakan metode survey Purposive Sampling. Perubahan luasan setiap rentang waktu 10 tahun dapat dilihat menggunakan Change Detection dengan menampalkan tahun lama dengan tahun 10 tahun setelahnya. Hasil yang didapatkan dari klasifikasi obyek mangrove sebagian Kota Surabaya adalah mangrove tahun 1994 seluas 696,96 hektrare; mangrove tahun 2003 seluas 745,2 hektare; dan mangrove tahun 2013 seluas 813,24 hektare. Mangrove terus mengalami pertambahan luas dengan mengarah pada daerah timur pantai Surabaya khususnya daerah sedimentasi Kecamatan Mulyorejo dan Kecamatan Gununganyar. Rata-rata mangrove yang mengalami perubahan dalam rentang waktu 20 tahun seluas 526,356 hektare. Selisih luasan mangrove tahun 1994 menuju tahun 2003 adalah 48,24 hektare dan selisih luasan mangrove tahun 2003 menuju tahun 2013 adalah 68,04 hektare. Didapatkan rata-rata pertambahan mangrove adalah seluas 5,8 hektare setiap tahun. Pertambahan luasan tersebut berbanding positif dengan hasil uji akurasi yang sama-sama mengalami pertambahan tingkat persentasinya. Tingkat akurasi deteksi mangrove tahun 1994 mencapai 68,75 %; akurasi deteksi mangrove tahun 2003 mencapai 70 %; dan akurasi deteksi mangrove tahun 2013 mencapai 87,09 %. Kata kunci : Citra Landsat Multitemporal, klasifikasi terselia Mahalanobis Distance, trend mangrove
Kata Kunci :