Laporkan Masalah

Pemetaan daerah rawan longsor lahan dengan sistem informasi geografis dikecamatan Bruno kabupaten Purworejo propinsi Jawa Tengah

Wahyu Budiati,

2014 | Tugas Akhir |

INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk: ekstraksi data penggunaan lahan dari citra Landsat 8 yang berguna sebagai masukan dalam pemetaan daerah rawan longsor lahan dan memetakan daerah rawan longsor lahan menggunakan Sistem Informasi Geografi di kecamatan Bruno. Kecamatan Bruno merupakan wilayah dataran tinggi yang memiliki kemiringan lereng terjal sehingga rawan terjadi longsor lahan. Sumber data yang digunakan yaitu citra Landsat 8 dengan tanggal perekaman 24 Juni 2013 dan data sekunder yang didapatkan dari BAPPEDA dan Balai PSDA Progo Bogowonto Luk-Ulo. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang. Parameter penyusun yang digunakan yaitu penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis batuan, jenis tanah, zona patahan/gempa, dan curah hujan. Penelitian ini menghasilkan peta daerah rawan longsor lahan di kecamatan Bruno yang terbagi menjadi empat kelas yaitu kelas bahaya rendah 551,69 Ha (5,18%), kelas bahaya sedang 5.838,85 Ha (54,87%), kelas bahaya tinggi 3.314,87 Ha (31,15%),dan kelas bahaya sangat tinggi 936,91 Ha (8,80%). Kata Kunci: Longsor Lahan, Penginderaan Jauh, SIG

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.