Laporkan Masalah

Geomorfometri lubang deflasi pada lorong angin alami gumuk pasir aeolian di pesisir Parangkusumo kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta

Fahad Nuraini,

2016 | Tesis |

Penelitian ini dilakukan di gumuk pasir aktif bagian dari Pesisir Parangkusumo Desa Parangtritis Kabupaten Bantul. Tujuan dalam penelitian ini yaitu (1) menganalisis pengaruh penghalang yang berupa vegetasi dan bangunan terhadap morfometri lubang deflasi pada lorong angin gumuk pasir barkhan di daerah pesisir Parangkusumo; (2) menganalisis perkembangan lubang deflasi dan hilangnya gumuk pasir tipe barkhan di daerah penelitian. Metode yang digunakan survey eksploratif dengan populasi seluruh tipe gumuk pasir. Pengambilan sampel dengan sistematik. Analisis yang digunakan yaitu analis kuantitatif dan analisis kualitatif. Analisis kuantitatif dengan statistik analisis total sedimen, analisi morfometri dan analisis ekuilibrium dinamik. Analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi lingkungan gumuk pasir. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) penghalang berupa vegetasi dan rumah merupakan pematah angin yang berpengaruh terhadap arah dan kecepatan angin, dan juga transport pasir. Variabilitas transpor pasir pada zona tanpa vegetasi bersifat linear terhadap kecepatan angin dengan arah angin yang konstan, sedangkan pada zona berpenghalang bersifat eksponensial dengan kecepatan angin rendah dan arah angin yang tidak menentu. Pada puncak musim kemarau dengan rerata kecepatan angin 10-14 m/dtk mampu mentranspor pasir sebanyak 4,03 kw, sedangkan di zona berpenghalang dengan rerata kecepatan angin 4-10 m/dtk mampu mentranspor pasir 1,19 kw. Pengaruh penghalang terhadap morfometri yaitu terdapatnya variasi tipe. Tipe mikrocawan terbentuk dari vegetasi dengan ketinggian kurang dari 1 m pada dinding gumuk pasir. Tipe makrocawan terbentuk di belakang rumah dengan vegetasi cemara dengan ketinggian 2 m. Tipe semi palung terbentuk dari penghalang berupa hutan cemara dan pemukiman di sepanjang zona transpor pada lorong angin. Tipe palung terbentuk dari vegetasi cemara dan akasia dengan ketinggian > 3 m. Lubang deflasi memanjang terbentuk dari penghalang rumah. (2) perkiraan hilangnya tipe barkhan terjadi dalam kurun waktu 7 tahun dengan ketinggian cemara 4 meter, perkiraan perkembangan lubang deflasi dalam 3 tahap dalam kurun waktu 20 tahun.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.