Pemanfaatan citra landsat untuk penyusunan indeks kekritisan lingkunga berdasarkan perubahan penutup lahan dan suhu permukaan lahan : Studi kasus dikota Pasuruan Jawa Timur
Yoga Toyibulah,
2016 | Tesis |Penelitian ini bertujuan (1) Mengkaji seberapa jauh ketelitian citra Landsat untuk deteksi perubahan penutup lahan dan suhu permukaan lahan; (2) Pengembangan transformasi ECI berdasarkan variabel suhu pemukaan lahan, ketersediaan tutupan vegetasi, dan kepadatan bangunan; (3) Mengkaji pemanfaatan citra Landsat untuk menyusun indeks kekritisan lingkungan. Citra yang digunakan adalah citra Landsat 7 ETM+ dan citra Landsat 8. Metode klasifikasi untuk penutup lahan yang digunakan yaitu metode klasifikasi terselia Maximum Likelihood. Metode Split Windows Algorithm (SWA) untuk mendapatkan suhu permukaan lahan pada citra Landsat 8. Transformasi ECI (Environmental Critical Index) yang menggunakan parameter LST, NDVI dan UI sebagai faktor untuk mengetahui kondisi kekritisan lingkungan di lokasi penelitian. Citra Landsat 7 ETM+ dan citra Landsat 8 dapat digunakan untuk deteksi perubahan penutup lahan dengan ketelitian 88,23 %, dan suhu permukaan lahan dengan korelasi R2=0,863. Hal ini sesuai dengan Anderson (1976) bahwa citra Landsat 7 ETM+ dan citra Landsat 8 memiliki ketelitian yang baik untuk informasi penutup lahan. Perubahan penutup lahan terbangun bertambah sebesar 394.97 ha dikarenakan peningkatan akan permukiman dan pemekaran wilayah kota pada tahun 2012. Perubahan suhu permukaan lahan rata-rata sampel dari rentang tahun 2000 – 2014 yaitu 0,53 0C. Transformasi ECI dapat dikembangkan berdasarkan variabel suhu permukaan lahan, ketersediaan tutupan vegetasi, dan kepadatan bangunan. Ketiga variabel saling berhubungan dalam menentukan nilai indeks kekritisan lingkungan karena kepadatan bangunan berpengaruh terhadap suhu permukaan lahan dan ketersediaan vegetasi. Citra Landsat dapat dimanfaatkan untuk menyusun indeks kekritisan lingkungan di Kota Pasuruan. Berdasarkan data yang diperoleh dari citra Landsat, maka indeks kekritisan lingkungan di Kota Pasuruan dapat dikelaskan menjadi non kekritisan, kekritisan rendah, kekritisan sedang, dan kekritisan berat dengan ketelitian 84,61 %.
Kata Kunci :