Analisis biaya manfaat pengelolaan hutan dan usaha tani konservasi disub DAS Prambanan kecamatan Kejajar kabupaten Wonosobo provinsi Jawa Tengah
Vina Nurviana,
2016 | Tesis |Analisis biaya-manfaat berperan penting sebagai dasar memudahkan pemahaman terhadap kerugian finansial dalam pengambilan kebijakan lingkungan. Penelitian dilakukan di Sub DAS Prambanan, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah didasarkan hasil pra-observasi lapangan yang menunjukkan bahwa telah terjadi intensifikasi pertanian namun masih terdapat area hutan milik PERHUTANI. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis bentuk pengelolaan hutan dan tingkat UK; (2) mengkaji pengaruh faktor sosial ekonomi dan kondisi fisik lahan terhadap tingkat penerapan UK; (3) mengkaji pengaruh sosial ekonomi, kondisi fisik lahan, dan tingkat penerapan UK terhadap penerimaan petani; (4) menghitung biaya-manfaat langsung dan tidak langsung hutan dan penerapan UK; (5) menganalisis kelayakan pengelolaan hutan dan penerapan UK. Metode penelitian adalah survei dan uji laboratorium. Data terdiri atas kondisi fisik dan sosial ekonomi. Pengambilan data fisik menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan penggunaan lahan. Data sosial ekonomi menggunakan teknik sensus dengan 222 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan pengukuran lapangan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Uji pengaruh menggunakan regresi logistik ordinal dan regresi linear OLS (Ordinary Least Square). Uji kelayakan menggunakan metode CBA (Cost Benefit Analysis) dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan hutan dalam bentuk reboisasi, pemeliharaan dan ekowisata. Tingkat penerapan UK tingkat tinggi 49 petani (22,1%), tingkat sedang 125 (56,3%), serta tingkat rendah 48 petani (21,6%). Faktor sosial ekonomi dan kondisi fisik lahan mempengaruhi tingkat penerapan UK sebesar 25,1%. Faktor sosial ekonomi, kondisi fisik lahan dan tingkat penerapan UK mempengaruhi penerimaan petani sebesar 86,4%. Biaya langsung pengelolaan hutan Rp. 55.281.602,-/tahun dan UK Rp. 5.343.998.200,-/tahun. Biaya tidak langsung pengelolaan hutan dari rata-rata erosi 0,64 mm/tahun sebesar Rp. 962.850,-/tahun dan UK 7,25 mm/tahun sebesar Rp. 14.752.096,58/tahun. Manfaat langsung pengelolaan hutan Rp. 903.000.000,-/tahun dan UK Rp. 7.673.805.000,-/tahun. Manfaat tidak langsung pengelolaan hutan dari simpanan karbon 76,04 ton/ha atau Rp. 278.914.720,-/tahun dan UK sebesar 40,5 ton/ha atau Rp. 182.353.000,-/tahun. Berdasarkan sudut pandang keuntungan ekonomi dan lingkungan, pengelolaan hutan dengan konsep ekowisata milik PERHUTANI lebih layak dikembangkan daripada penerapan UK.
Kata Kunci :