Laporkan Masalah

Evaluasi water yield (hasil air) melalui pemodelan hidrologi dan skenario penggunaan lahan : Kasus di DAS Serang Kulonprogo

Lesan Permonojati,

2016 | Tesis |

DAS Serang merupakan salah satu dari 108 DAS kritis di Indonesia yang perlu mendapatkan prioritas pengelolaan lebih lanjut. Kekritisan DAS Serang dapat dilihat dari meningkatnya kuantitas erosi atau sedimentasi dan limpasan yang melebihi ambang batas. Salah satu pengelolaan dan manajemen yang dapat diterapkan di DAS Serang adalah manajemen penggunaan lahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui skenario penggunaan lahan terbaik dalam menekan limpasan permukaan dan mengoptimalkan penyimpanan airtanah melalui model ArcSWAT (Soil and Water Assessment Tool). Metode penelitian yang digunakan merupakan integrasi teknik Penginderaan Jauh, SIG (Sistem Informasi Geografis), ArcSWAT dan survei lapangan. Teknik penginderaan jauh terkait interpretasi beberapa variabel yang dibutuhkan sebagai variabel masukan model ArcSWAT. SIG terkait pengolahan data spasial (grafis dan atribut), sedangkan survei lapangan dilakukan untuk mengambil data fisik dan sosial dalam mendukung pembuatan model SWAT. Nilai kalibrasi model menunjukkan informasi dengan kriteria “bisa diterima” untuk metode koefisien determinasi (R2) dengan nilai 0,6. Dengan metode PBIAS (nilai -15,05), model termasuk dalam kriteria memuaskan namun bersifat overestimate. SubDAS Serang secara keseluruhan melalui evaluasi hasil air berdasarkan “Kriteria dan Indikator Kinerja DAS” termasuk dalam kriteria “buruk” (untuk nilai koefisien limpasan). Skenario penggunaan lahan terbaik merupakan skenario 7 (S7) dari 10 skenario yang diterapkan. Skenario 7 mampu menurunkan limpasan sebesar 2.766.140 m3/tahun. Untuk kuantitas airtanah, cadangan airtanah meningkat sebesar 420.552 m3/tahun.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.