Pemodelan spasial perubahan penutup lahan dalam rangka estimasi debit puncak disub DAS Sail
Idham Nugraha,
2016 | Tesis |Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan penutup atau penggunaan lahan di Sub DAS Sail menggunakan data penginderaan jauh dan model Celullar Automata yang dapat digunakan untuk melihat dampaknya terhadap kondisi hidrologi. Perubahan penutup atau penggunaan lahan merupakan salah satu input penentuan aliran permukaan metode Bransby dan William. Input lainnya adalah intesitas hujan, kemiringan lereng, infiltrasi tanah dan kerapatan aliran. Intensitas hujan diperoleh dari data curah hujan harian maksimum rata-rata tahun 2001-2010. Kemiringan lereng diperoleh dari data Digital Elevation Model (DEM). Infiltrasi tanah diperoleh menggunakan pendekatan satuan lahan menggunakan tumpang susun peta tanah dengan peta penutup lahan tahun 2013 sementara itu kerapatan aliran diperoleh dari data topografi Sub DAS. Aliran permukaan dapat digunakan untuk menentukan debit puncak menggunakan metode rasional. Aliran permukaan dan debit puncak digunakan untuk menentukan prioritas sub-sub DAS pada Sub DAS Sail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data penginderaan jauh cukup akurat untuk memperoleh data mengenai penutup lahan Intensitas hujan dibagi berdasarkan sub-sub das, dimana sebagian besar termasuk dalam kelas rendah dan normal. Kemiringan lereng didominasi oleh kelas datar dan penutup lahan didominasi oleh rawa dan lahan terbangun. Infiltrasi tanah di Sub DAS Sail didominasi oleh kelas sangat lambat dan lambat dimana kerapatan aliran termasuk dalam kelas rendah. Koefisien aliran permukaan di Sub DAS Sail termasuk dalam kelas tinggi (>0,50). Koefisien aliran permukaan ini memiliki hubungan yang liniear dengan debit puncak ditunjukkan dengan kenaikan dari aliran permukaan akan diikuti dengan kenaikan dari debit puncak.
Kata Kunci :