Laporkan Masalah

Kajian pengelolaan pesisir berbasis tipologi, morfodinamika dan kerentanan bencana : Studi kasus pesisir kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan

Kiky Permana Setiawan,

2016 | Tesis |

Wilayah pesisir Kabupaten Tanah Laut memiliki dua sisi pesisir yang berbeda, yaitu pesisir barat dan selatan dengan panjang garis pantai mencapai 172 km. Karakteristik dan tingkat kerentanan terhadap bencana di kedua pesisir berbeda baik secara kondisi fisik dan aktivitas masyarakatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dan tipologi pesisir, menganalisis potensi bencana pesisir (berdasarkan morfodinamika dan kerentanan) dan strategi adaptasi dan mitigasi bencana pesisir barat dan selatan. Metode berdasarkan tujuan penelitian adalah menentukan tipologi pesisir, menggunakan klasifikasi menurut Shepard (1972). Potensi bencana berdasarkan indeks kerentanan pesisir atau Coastal Vulnerability Index (CVI) dan perubahan penggunaan lahan. Variabel kerentanan geomorfologi, kelerengan, gelombang, pasang surut, rata-rata kenaikan permukaan air laut, batimetri, abrasi dan sedimentasi. Menggunakan data sekunder dan primer dengan teknik survei, wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini jenis tipologi di kedua pesisir adalah jenis pengendapan (Sub-aerial deposition coast), pengendapan marin (Marine deposition coast) dan proses vulkanik (Volcanic coast). Pesisir barat dominan sangat rentan potensi bencana pesisir banjir pasang disertai gelombang tinggi dan abrasi. Pesisir selatan kerentanan dominan sedang, potensi bencana abrasi dan perubahan lahan dominan tambang batubara dan kebun sawit. Strategi pengelolaan wilayah pesisir adaptasi protektif dan mundur di pesisir barat rekomendasi berdasarkan tipologi Sub Aerial Deposition Coast, Volcanic Coast dan kerentanan Sangat tinggi dilakukan penanaman mangrove, tanggul air asin (ketinggian >2,3 m) dan relokasi pemukiman penduduk. Pesisir selatan dengan adaptasi protektif dan akomodatif berdasarkan tipologi dominan Marine Deposition Coast dan kerentanan dominan sedang, sehingga direkomendasikan bangunan tanggul air asin (ketinggian >2,5 m), lepas pantai (reef ball) dan meninggikan rumah penduduk

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.