Kajian kerentanan airtanah bebas terhadap intrusi air laut diwilayah pesisir kota Makassar
Febriani Safitri,
2016 | Tesis |Perkembangan pembangunan dan peningkatan jumlah penduduk menimbulkan tekanan terhadap sumberdaya airtanah di wilayah pesisir Kota Makassar. Letaknya yang berbatasan langsung dengan laut serta kurangnya pengelolaan dalam pemanfaatannya menyebabkan airtanah di wilayah ini rentan terhadap intrusi air laut. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis karakteristik dan sebaran faktor-faktor geohidrologi yang mempengaruhi kerentanan airtanah bebas terhadap intrusi air laut; dan (2) menganalisis kerentanan airtanah bebas terhadap intrusi air laut. Pemetaan kerentanan menggunakan enam parameter geohidrologi yang terdiri dari: Keterdapatan airtanah (G), Konduktivitas hidraulik akuifer (A), Tinggi muka airtanah (L), Jarak dari pantai (D), Status keberadaan intrusi air laut (I), dan Tebal akuifer (T). Keenam parameter ini disingkat dengan nama GALDIT. Penelitian ini juga menggunakan analisis sensitivitas untuk mengevaluasi pengaruh tiap parameter yang dapat digunakan dalam penentuan model kerentanan akhir. Berdasarkan analisis sensitivitas, ditemukan lima parameter dan bobot efektif yang digunakan untuk modifikasi peta kerentanan GALDIT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor geohidrologi yang berpengaruh terhadap potensi terjadinya intrusi air laut di wilayah pesisir Kota Makassar adalah tipe akuifer, konduktivitas hidraulik, elevasi muka airtanah, jarak dari pantai, dan tebal akuifer. Kerentanan airtanah lebih banyak dipengaruhi oleh parameter tinggi muka airtanah dan konduktivitas hidraulik akuifer; (2) Peta kerentanan airtanah terhadap intrusi air laut diklasifikasikan ke dalam empat kelas kerentanan, yaitu tidak rentan (< 50), kerentanan rendah (50 – 70), sedang (70 – 90), dan tinggi ( > 90), yang menutupi 65,30%, 17,78%, 13,41%, dan 3,52% daerah penelitian. Indeks kerentanan tertinggi (> 90) ditemukan di daerah sekitar muara Sungai Tallo di bagian utara daerah penelitian dan daerah sekitar muara Sungai Jenneberang di bagian selatan
Kata Kunci :