Penataan ruang pesisir berbasis risiko tsunami dikota Mataram, Nusa Tenggara Barat
Dini Rizka Yunidiya,
2015 | Tesis |Kota Mataram merupakan pusat pemerintahan dan segala kegiatan utama Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terletak di wilayah pantai. Pertambahan jumlah penduduk sebagian besar memilih untuk mendirikan permukiman ke arah pesisir Kota Mataram. Pesisir Kota Mataram merupakan salah satu pesisir yang rentan terhadap bencana tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kerentanan fisik, sosial, dan ekonomi sebagai komponen dalam penilaian kerentanan terhadap ancaman bencana tsunami; (2) mengkaji kapasitas penduduk terhadap ancaman bencana tsunami; (3) menganalisis risiko tsunami; (4) menganalisis evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Mataram terhadap ancaman bencana tsunami; dan (5) menentukan arahan penataan ruang berbasis risiko bencana tsunami. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah survei dan studi literatur. Pengambilan sampel menggunakan Proportional Random Sampling. Teknik analisis data dengan pendekatan kuantitatif. Nilai kapasitas penduduk menggunakan analisis indeks dan penggabungan nilai bobot dari setiap parameter dilakukan dengan teknik overlay. Penggabungan nilai bobot antara bahaya tsunami, kerentanan tsunami, dan kapasitas penduduk dengan menggunakan teknik overlay yang telah di re-class terlebih dahulu dengan menggunakan formula kuartil sehingga menghasilkan tingkat risiko tsunami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kerentanan total, untuk tingkat kerentanan tinggi berada di Kelurahan Ampenan Tengah, Ampenan Selatan, dan Jempong Baru. Tingkat kapasitas penduduk tinggi berdasarkan analisis indeks pada hasil kuesioner berada di Kelurahan Bintaro dan Ampenan Tengah. Hasil akhir adalah overlay antara tingkat risiko tsunami dengan pola ruang yang menghasilkan kategorisasi yaitu sesuai 79,6% dan tidak sesuai 20,4% yang kemudian akan diberikan arahan penataan ruang berbasis risiko tsunami.
Kata Kunci :