Laporkan Masalah

Teknologi pemanen air limbah domestik dengan metode bak perangkap, Anaerobic Baffled Reactor Saringan pasir Silika dan saringan karbon aktif untuk menggelontor toilet

Yoga Cahyono,

2015 | Tesis |

Meningkatnya pertumbuhan penduduk menjadi penyebab permasalahan kekurangan air bersih dan pencemaran lingkungan. Ekspoitasi air tanah yang berlebihan dan pembuangan air limbah tanpa diolah terlebih dahulu menjadi sumber dari permasalahan ini. Perlu adanya penerapan teknologi pemanen air limbah untuk menghemat air bersih dan mereduksi pencemaran lingkungan yang dihasilkan. Perancangan teknologi pemanen air limbah terdiri dari Pengumpulan Air Limbah, Penyaluran Air Limbah, Tampungan Air Limbah, Saringan bak perangkap, Saringan Anaerobic Baffled Reactor (ABR), Tangki Penampungan Air Daur Ulang, Saluran Distribusi, Saringan Pasir Silika, Saringan Karbon Aktif, Pemanfaatan Air dan Penggelontoran Toilet. Dari hasil perhitungan penerapan teknologi ini didapatkan konsumsi air bersih 4 orang sebesar 510 liter/hari. Sementara kebutuhan air bersih yang digunakan untuk menggelontor toilet sebesar 184 liter atau 36% dari total konsumsi air bersih setiap hari. Dengan demikian supaya kebutuhan air untuk mengelontor toilet terpenuhi diambilkan air daur ulang dari air limbah kegiatan mandi dan mencuci pakaian sebesar 206 liter/hari. Teknologi ini dirancang untuk mendaur ulang air limbah dengan kapasitas produksi air limbah sebesar 206 liter/hari. Hasil penelitian sesuai dengan kajian lingkungan menunjukkan bahwa efisiensi konsumsi air bersih menurun dari penggunaan 100% menjadi 64% setiap harinya. Kondisi ini sangat efisien karena bisa menghemat penggunaan air bersih sebesar 36% setiap harinya. Sedangkan pencemaran yang terjadi mengalami penurunan dari total awal pencemaran 100% menjadi 40% setiap hari. Sehingga akan mengurangi pencemaran limbah cair ke lingkungan yang selama ini terjadi sebesar 60%. Untuk kajian sosial dapat menghindari konflik sosial akibat pembunganan air limbah ke saluran irigasi yang menyebabkan bau yang menggangu. Untuk kajian ekonomi menunjukkan bahwa dapat menghemat pembelian air bersih sebesar Rp. 196.174,- setiap bulan

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.