Laporkan Masalah

Penilaian bahaya longsorlahan menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP) dan pendekatan alterasi hidrotermal disub DAS Brungkah kabupaten Pacitan Jawa Timur

Evita Pramudianti,

2015 | Tesis |

Menurut Bemmelen (1949), longsorlahan yang sering terjadi di Kabupaten Pacitan terutama di Kec. Tegalombo dikarenakan adanya proses alterasi hidrotermal. Alterasi hidrotermal tersebut dapat meningkatkan proses pelapukan batuan secara cepat dalam kurun waktu 40 hingga 50 tahun. Sampai sejauh ini, longsorlahan dalam skala besar belum pernah terjadi. Namun, adanya alterasi hidrotermal yang dicirikan dengan munculnya sumber mata air panas di Pemandian Tirto Husodo, mengakibatkan tanah-tanah di sekitar pemandian memiliki karakteristik berupa solum tanah tebal dan meningkatkan bahaya longsorlahan. Tujuan penelitian ini antara lain : (1) mengkaji tingkat kerawanan dan bahaya longsorlahan dengan menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) di Sub DAS Brungkah; (2) menganalisis pengaruh alterasi hidrotermal terhadap longsorlahan di Sub DAS Brungkah terutama di Daerah Pemandian Air Panas Tirto Husodo; (3) mengkaji sistem pengelolaan Sub DAS Brungkah berdasarkan analisis bahaya longsorlahan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapangan dan analisis laboratorium. Longsorlahan yang sering terjadi di Sub DAS Brungkah dipengaruhi oleh intensitas hujan tinggi dengan durasi panjang serta kondisi tanah. Tipe longsoran di Sub DAS Brungkah hanya longsoran (slides) berupa rotasional dan translasional. Pola persebaran kerawanan longsorlahan tersebut secara mayoritas mengikuti pola kemiringan lereng, curah hujan dan penggunaanlahan, karena ketiga faktor kausatif tersebut yang mendominasi penyebab terjadinya longsorlahan di Sub DAS Brungkah. Berbagai faktor dapat mempengaruhi peningkatan bahaya longsorlahan, antara lain kondisi fisik Sub DAS Brungkah yang mengalami perubahan seperti penggunaanlahan serta perubahan non-fisik seperti pengaruh aktivitas manusia. Proses pembentukan kaolin di Sub DAS Brungkah terjadi akibat alterasi hidrotermal pada batuan beku felspartik, mineral-mineral potas aluminium silika dan fieldspar diubah menjadi kaolin. Sifat plastik yang dimiliki oleh kaolin mengakibatkan terbentuknya bidang gelincir pada daerah sekitar patahan, karena material ubahan alterasi hidrotermal dapat terjadi pada sekitar patahan atau zona densitas patahan. Sistem pengelolaan Sub DAS Brungkah berdasarkan analisis bahaya longsorlahan mengacu pada Pedoman Penggunaanlahan Berdasarkan Informasi Bahaya yang disusun oleh PSBA (Pusat Studi Bencana) UGM.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.