Kajian kerusakan lingkungan ekosistem hutan mangrove akibat aktivitas manusia : Kasus diwilayah kecamatan Kupang Tengah kabupaten Kupang
Rista Gabriel Theedens,
2015 | Tesis |Ekosistem mangrove memiliki peran yang sangat penting bagi lingkungan pesisir, baik dari segi fisik, ekologis, dan sosial ekonominya. Besarnya manfaat yang ada pada ekosistem hutan mangrove, memberikan konsekuensi bagi ekosistem hutan mangrove itu sendiri, yaitu dengan semakin tingginya tingkat eksploitasi terhadap lingkungan yang tidak jarang berakhir pada degradasi lingkungan yang cukup parah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) jenis kerusakan lingkungan ekosistem hutan mangrove akibat aktivitas masyarakat, (2) tingkat kerusakan lingkungan ekosistem hutan mangrove akibat aktivitas masyarakat, dan (3) Strategi pengelolaan lingkungan Ekosistem Hutan mangrove. Dalam penelitian ini metode yang digunakan ialah survei langsung kondisi ekosistem hutan mangrove serta mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat di pesisir terhadap eksistensi hutan mangrove menggunakan kuisioner. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan teknik sampling, yaitu stratified random sampling dengan jumlah responden yaitu 30 kepala keluarga. Analisis data menggunakan tabel silang, kemudian hasil dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara, sejak pertengahan tahun 2000 telah dilakukan kegiatan penanaman bibit mangrove di lokasi penelitian oleh beberapa masyarakat setempat namun sebaran vegetasi magrove tidak terlalu merata karena kurangnya sumber daya manusia sekitar pesisir yang mau ikut berpartisipasi dan merawat, serta pemerintah yang hanya membantu dengan bantuan dana tanpa pengawasan berkala. Aktivitas masyarakat yang mempengaruhi terjadinya kerusakan lingkungan ekosistem hutan mangrove meliputi aktivitas konversi lahan menjadi tambak garam dan lahan pertanian, serta ancaman kerusakan karena adanya pengambilan kayu sebagai kayu bakar dan sebagai bahan bangunan seperti pagar yang dipakai untuk melindungi lahan pertanian atau kebun, juga pemanfaatan tanaman mangrove sebagai pakan ternak. Faktor tingkat pendidikan, pengetahuan (fungsi dan manfaat hutan mangrove, kerusakan hutan mangrove, dan pencegahan kerusakan hutan mangrove), dan pendapatan berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat dalam proses pemanfaatan sumber daya di kawasan mangrove. Peranserta masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove ditujukan oleh tindakan pencegahan kerusakan hutan mangrove yang berada pada tingkat rendah (75,75%).
Kata Kunci :