Laporkan Masalah

Penilaian efektivitas rencana tata ruang wilayah (RTRW) terhadap pengendalian erosi di DAS Wakung kabupaten Pemalang provinsi Jawa Tengah

Yaskinul Anwar,

2015 | Tesis |

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) masih jarang dievaluasi tingkat efektivitasnya dalam pengendalian laju erosi. Metode penilaian efektifivitas suatu RTRW terhadap pengendalian erosi dalam sebuah DAS dapat dilakukan dengan pemodelan, misalnya Soil and Water Asessment Tool (SWAT). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis tingkat kerentanan DAS Wakung berdasarkan morfometri DAS Wakung, 2) menguji performa model SWAT untuk simulasi laju erosi di DAS Wakung sesuai penggunaan lahan aktual, 3) memprediksi laju erosi sesuai RTRW, 4) mengevaluasi efektivitas perencanaan tata ruang Kabupaten Pemalang terhadap pengurangan erosi di DAS Wakung. Di dalam penelitian ini, penentuan kerentanan DAS menggunakan model Indeks Kerentanan Morfometri DAS, sedangkan penentuan laju erosi menggunakan model SWAT. Proses kalibrasi model SWAT menggunakan model kalibrasi SWATCUP (Sufi-2). Uji akurasi model SWAT dilakukan dengan R2, ENS, dan PMARE. Hasil analisis indeks kerentanan menunjukkan bahwa morfometri DAS Wakung secara alami masuk dalam kategori kerentanan rendah. Performa uji akurasi model SWAT ditunjukan dari uji statistik kalibrasi dan validitas debit yang mencapai nilai 0.7 & 0.8 untuk R2, 0.5 untuk ENS (bulanan), dan >25% untuk PMARE. Hasil simulasi SWAT di DAS Wakung mencapai 0.3 – 118.9 mm/tahun untuk skenario W-A13 (penggunaan lahan aktual + data iklim 2013), 0 – 27.7 mm/tahun untuk skenario W-AGN13 (penggunaan lahan aktual + data iklim yang diunduh dari Weather Generator), 3.3 – 52.7 mm/tahun untuk skenario W-R13 (RTRW + data iklim 2013), 0 – 33.4 mm/th mm/ tahun untuk skenario W-RGN30 (RTRW + data iklim yang diunduh dari Weather Generator). Perbandingan tingkat kerentanan morfometri DAS dan tingkat bahaya erosi menunjukkan bahwa pengaruh budidaya telah meningkatkan kerentanan DAS Wakung dari rendah menjadi tinggi sampai sangat tinggi. Penerapan RTRW efektif menurunkan laju erosi di 27 Sub DAS dan penurunan harkat tingkat bahaya erosi (TBE) di 10 Sub DAS untuk skenario iklim 2013. Penggunaan data iklim hasil weather generator hanya menunjukkan penurunan laju erosi di 7 Sub DAS dan penurunan harkat TBE di 4 Sub DAS. Penelitian ini membuktikan bahwa model SWAT dapat digunakan sebagai media pengujian efektivitas RTRW dalam upaya pengendalian lingkungan, khususnya permasalahan erosi dan sedimentasi.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.