Analisis kadar asam air hujan di Kota Padang
Sari Nova,
2015 | Tesis |Pesatnya pertumbuhan penduduk, meningkatnya arus transportasi, dan industri yang ada di Kota Padang serta efek termal inverse dapat memicu pencemaran udara yang menyebabkan terjadinya hujan asam di Kota Padang. penelitian ini bertujuan 1. menganalisis kandungan Nitrat, Sulfat dan pH air hujan, 2. pengaruh intensitas hujan terhadap kadar asam air hujan di Kota Padang, 3. Menganalisis pengaruh suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, arah dan kecepatan angin terhadap kadar asam air hujan di Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah pengukuran lapangan dan uji laboratorium. Pengukuran lapangan yang dilakukan antara lain intensitas hujan, pH, suhu, kelembaban, tekanan udara, arah dan kecepatan angin, sedangkan uji laboratorium yang dilakukan antara lain pengukuran kadar Sulfat dan Nitrat yang terkandung dalam air hujan. Pengambilan sampel air hujan menggunakan teknik Purposive yang ditampilkan dalam poligon Thiessen. Analisis data meliputi analisis data iklim, analisis intensitas hujan, analisis regresi linear ganda, analisis keruangan dan analisis deskriptif. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kandungan Sulfat dan Nitrat dalam air hujan di Kota Padang masih di bawah ambang baku mutu air bersih NO: 416/MENKES/PER/IX/1990 yaitu 400 mg/l untuk Sulfat dan 10 mg/l untuk Nitrat. Pengaruh intensitas hujan terhadap kadar asam air hujan berbanding terbalik terhadap kadar Sulfat dan Nitrat dan berbanding lurus dengan pH. Hasil uji validasi dan kelayakan persamaan regresi linear ganda hubungan antara kadar Sulfat, Nitrat dan pH dengan variabel bebas sebai faktor terpilih yang ditampilkan dalam uji asumsi klasik menunjukkan bahwa Sulfat dan pH signifikan, sedangkan Nitrat tidak signifikan.
Kata Kunci :