Laporkan Masalah

Estimasi produksi padi ditinjau dari aspek kesesuaian lahan menggunakan analisis decision tree dengan menggunakan citra ALI disebagian kabupaten Magelang Jawa Tengah

Sanjiwana Arjasakusuma,

2015 | Tesis |

Konsumsi beras masyarakat Indonesia merupakan yang terbesar di dunia yang menandakan pentingnya komoditas pangan ini. Angka produksi hasil komoditas ini penting untuk dihitung secara akurat untuk menunjang ketahanan pangan di Indonesia. Metode penginderaan jauh menggunakan metode empiris sudah banyak digunakan untuk mengestimasi besaran produksi padi namun model yang dihasilkan bersifat lokal dan sulit untuk diterapkan pada daerah lain sehingga diperlukan pendekatan lain untuk menghitung nilai ini. Nilai produksi pertanian dihitung berdasarkan luas panen, pola rotasi dan produktivitas lahan yang dipengaruhi oleh karakteristik lahan pada daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai produksi padi dengan satuan Gabah Kering Giling (GKG) dengan menggunakan pendekatan kesesuaian lahan menggunakan analisis decision tree menggunakan citra Advanced Land Imager (ALI) dengan resolusi spasial 30 m. Penelitian ini mengambil tempat sebagian Kab. Magelang sebagai daerah kajian. Citra ALI yang sudah terkoreksi geometrik dan radiometrik dianalisa menggunakan analisis decision tree untuk menurunkan informasi penggunaan lahan sawah dan non sawah yang direklasifikasi menggunakan informasi satuan medan berdasarkan observasi lapangan yang menghasilkan akurasi penggunaan dan produser sebesar 86 % dan 89 %. Data sawah tersebut selanjutnya diolah untuk menurunkan informasi pola rotasi tanam padi menggunakan analisis decision tree menggunakan data input karakteristik lahan yang menghasilkan akurasi total sebesar 73.4 %. Informasi luas sawah dan pola rotasi dilengkapi dengan produktivitas lahan (ton/ha) yang bersumber dari data BPS dan wawancara dengan petani digunakan untuk menghitung nilai produksi total padi (GKG). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode ini, tingkat rata-rata kesalahan perhitungan produksi mencapai sebesar 5494.04 ton (BPS) sampai dengan 18570.72 ton (wawancara) dengan data pembanding dari BPS atau berselisih sekitar ± 56 – 165 % dari estimasi produksi padi total BPS. Dengan begitu, hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan kesesuaiaan lahan dengan unit satuan medan belum mampu untuk memberikan hasil yang baik untuk mengestimasi nilai total hasil produksi padi tahunan. Informasi tambahan seperti data cuaca dan iklim serta pemetaan detail satuan medan diperlukan untuk meningkatkan akurasi analisis baik pola rotasi maupun produktivitas lahan. Meskipun begitu, analisis decision tree dengan menggunakan data penginderaan jauh citra ALI dan satuan medan dapat digunakan untuk menghasilkan informasi distribusi sawah akurasi yang tinggi.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.