Persepsi dan pemaknaan masyarakat umat Islam tentang zakat harta :: Penelitian di kauman Yogyakarta
DJUPRI, M, Dr. Heru Nugroho
2001 | Tesis | S2 SosiologiKesadaran rnasyarakat umat Islam Kaurnan Y ogyakarta dalam menunaikan zakat hartid relatif sangat tinggi, namun demikian belum memberikan kontribusi yang memadai seperti yang diharapkan Islam yaitu untuk mengentaskan kemiskinan. Persoalan inj sangat penting untuk mengungkap bagaimana sebenarnya fakor-fakor dorninan yang mempengaruhi persepsinya dan apa pemaknaan yang diberikan agar dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan halitatif dimana yang diperlukan berupa data deskriptif berbentuk kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Data yang terkumpul ditafsirkan, dianalisis dan di interpretasikan . Temuan hasil penelitian bahwa kesadaran rnasyarakat Islam Kaurnan Yogyakarta dalam menunaikan zakat hartanya dipengaruhi oleh faktor-faktor dominan berupa: 1) Landasan transendental keagamaan hanya Al-Qur’an dan Hadits. 2) Pola struktur pemikiran masyarakat yang poly sentris. Sedangkan sebab zakat harta di Kauman Yogyakarta belum memberikan kontribusi yang memadai disebabkan adanya pemaknaan tertentu yang s e w opemional menghambat pendayagunaan zakat harta.
The Kautnan Yogyakarta Islamic people consciousness in giving their wealth zakats was relatively very hish, but they were not giving an adequate contribution yet as hoped by Islam for relieving the poor. This case was very important to discover its dominant factors and how they did influence their perceptions and what the cenah meaning was to be given so that it would be able to improve. This research used the qualitative approach requiring descriptive data either in written or oral word forms from the people and the observable behaviors. The collected data were analyzed and interpreted. The research result findings that the Kauman Yogyakarta Islamic people consciousness in giving their wealth zakats were influenced by the donlinatit factors: 1) The religious transcendeiital basis was only the Al-Qur'an and Hadits. 2) The people' mind structure patterns were polycentric. While the cause of the wealth zakats in Kauman Yogyakarta was not giving the adequate contribution yet it was because of the given meaning that operasionally prevented the effectiveness of the wealth zakats.
Kata Kunci : Masyarakat Islam,Persepsi Zakat Harta,Wealth zakat, Perception and Meaning