Laporkan Masalah

Pemanfaatan ALOS Palsar untuk estimasi kandungan biomassa atas permukaan dan karbon tegakan hutan berdasarkan habitat disebagian Taman Nasional Kerinci Seblat provinsi Sumatera Barat

Nirmawana Simarmata,

2015 | Tesis |

Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk inventarisasi sumberdaya hutan sudah semakin berkembang khususnya pengukuran kandungan biomassa di atas permukaan dan karbon secara non-destuktif. Hasil pendugaan kandungan biomassa dan karbon diharapkan dapat menjadi referensi untuk pengambilan kebijakan terkait isu climate change dan global warming. Salah satu jenis citra penginderaan jauh yang digunakan adalah citra mosaik ALOS PALSAR Fine Beam Dual (FBD) resolusi 50 meter dengan panjang gelombang L yang mampu menembus hingga ke lantai hutan sehingga nilai backscatter dijadikan sebagai parameter biofisik tegakan hasil interpretasi citra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nilai backscatter citra ALOS PALSAR dengan parameter tegakan hutan untuk menghitung biomassa di atas permukaan dan karbon berdasarkan habitat hutan di sebagian kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat Provinsi Sumatera Barat. Hubungan kedua variabel ini diuji menggunakan analisis statistik Pearson Product Moment Correlation sedangkan kandungan biomassa dihitung berdasarkan model penduga hasil analisis regresi antara nilai backscatter hasil kalibrasi citra ALOS PALSAR dengan hasil pengukuran biomassa aktual dengan persamaan alometrik. Berdasarkan hasil penelitian, habitat hutan di sebagian Taman Nasional Kerinci Seblat terdiri dari tiga jenis yaitu hutan dataran rendah, hutan perbukitan dan hutan montana. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai backscatter citra dan parameter tegakan hutan mempunyai hubungan yang kuat dengan nilai koefisien korelasi 0.708 untuk polarisasi HH dan koefisien determinansi 57.38% sedangkan untuk polarisasi HV memiliki nilai koefisien korelasi 0.711 dan koefisien determinansi sebesar 62.25%. Dua model penduga biomassa yang diperoleh dari hasil pemilihan terbaik pada model HH yaitu Y = 10002e0.0634BS_HH dan model HV yaitu Y = 0.8029BS_HV2 + 113.89BS_HV + 4123. Kandungan biomassa yang dihitung berdasarkan habitat hutan digunakan sebagai acuan untuk perhitungan karbon sehingga diketahui potensi karbon model HH di habitat hutan daratan rendah sebesar 363.89 ton/ha, hutan perbukitan sebesar 337.98 ton/ha serta hutan montana sebesar 324.15 ton/ha. Cadangan karbon model HV pada habitat hutan daratan rendah sebesar 362.96 ton/ha, hutan perbukitan sebesar 340.03 ton/ha dan hutan montana sebesar 329.81 ton/ha. Hasil uji ketelitian estimasi biomassa di atas permukaan model polarisasi HH diperoleh 62.4% sedangkan model HV 79.88%. Model HV memiliki kemampuan lebih baik daripada model HH untuk estimasi kandungan biomassa di atas permukaan sehingga dapat diterapkan pada cakupan wilayah yang luas.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.