Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dalam penentuan tipologi kawasan rawan bencana gempa bumi berdasarkan informasi geologi daerah sesar aktif Opak
Maria Ayu Rosita Dewi,
2015 | Tesis |Posisi Indonesia yang berada diantara tiga lempeng besar litosfer menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang memiliki potensi bencana yang cukup besar, seperti gempa bumi. Citra Landsat 8 dan Citra SRTM dimanfaatkan untuk ekstraksi parameter berupa jenis batuan, jarak terhadap struktur geologi (sesar), dan jarak terhadap pusat gempa dalam pemetaan tipologi kawasan rawan bencana gempa bumi sekitar Sesar Opak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akurasi Landsat 8 dalam mengekstraksi parameter, mengetahui tipologi kerawanan gempa, dan analisis kerawanan gempa. Penentuan tipologi kerawanan gempa bumi berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 27 tahun 2007, dengan beberapa modifikasi. Proses ekstraksi parameter dilakukan pada penggabungan citra Landsat 8, dan citra SRTM yang diturunkan menjadi citra Hillshade, kemudian dilakukan interpretasi visual untuk mengidentifikasi objek dipermukaan bumi. Untuk menonjolkan pola kelurusan pada citra dilakukan pemfilteran spasial dengan jenis filter Laplacian pada citra Landsat 8 komposit 567. Hasil penelitian menunjukkan Landsat 8 dapat digunakan untuk mengekstraksi parameter kerawanan gempa bumi yang berupa jenis batuan dengan tingkat akurasi sebesar 94.77%, dan struktur geologi (sesar) sebesar 90%. Daerah yang tidak stabil berada jauh dari zona sesar (> 5000 m) terdapat di bagian barat – barat laut dan timur. Daerah yang kurang stabil berada pada daerah yang cukup jauh dengan zona sesar dan berada pada relief landai, atau dekat dengan zona sesar tetapi jauh dari pusat gempa bumi. Daerah yang tidak stabil berada pada daerah dengan batuan lunak, berada dekat dari zona sesar (< 1000 m), dekat dengan pusat gempa, dan berada pada relief landai maupun miring/curam.
Kata Kunci :