Pemanfaatan citra ALOS AVNIR-2 untuk analisis kebutuhan ruang terbuka hijau di kota Yogyakarta dan sekitarnya
Melania Swetika Rini,
2015 | Tesis |Daerah perkotaan mengalami perubahan yang relatif cepat, baik secara fisik maupun non-fisik. Perubahan tersebut tidak terlepas dari bertambahnya penduduk dan makin beragamnya aktivitas penduduk kota, sehingga tekanan penduduk atas kebutuhan lahan semakin tinggi. Pembangunan fisik yang ada di perkotaan setiap tahunnya mengalami peningkatan sehingga mengakibatkan semakin berkurangnya RTH di perkotaan. Data penginderaan jauh berupa citra mampu menampilkan gambaran permukaan bumi relatif lengkap dan perkembangan perangkat lunak SIG memudahkan dalam pengolahan data secara digital. Penelitian ini bertujuan: 1) mengkaji kemampuan citra ALOS AVNIR-2 untuk menyadap informasi RTH di Kota Yogyakarta dan sekitarnya dilihat dari akurasinya.; 2) memperoleh informasi tentang suplai oksigen yang dihasilkan oleh RTH aktual dan kebutuhan oksigen di Kota Yogyakarta dan sekitarnya; 3) menyusun peta distribusi spasial RTH di Kota Yogyakarta dan sekitarnya serta kesesuaiannya dengan pedoman berdasarkan luas wilayah; 4) menyusun estimasi kebutuhan RTH berdasarkan kebutuhan oksigen di Kota Yogyakarta dan sekitarnya pada tahun 2018 Penelitian ini menggunakan metode interpretasi citra, pengukuran lapangan disertai dengan cek lapangan. Citra yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra ALOS AVNIR-2. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah penentuan luas RTH berdasarkan kebutuhan oksigen, kelas tutupan hijau, oksigen yang dihasilkan oleh RTH. Persebaran RTH eksisting diperoleh dari hasil klasifikasi multispektral dengan metode maximum likelihood. Kebutuhan oksigen dihitung pada setiap kecamatan dan selanjutnya di analisis dengan ketersediaan oksigen dari RTH eksisting. Kelas tutupan hijau diperoleh dari berbagai transformasi indeks vegetasi yang kemudian dilakukan analisis regresi. Persamaan regresi yang memiliki nilai koefisien determinasi terbesar yang digunakan dalam penentuan kelas tutupan hijau. Suplai oksigen yang dihasilkan oleh RTH diperoleh dengan pengukuran langsung ke lapangan melalui perhitungan biomasa dengan persamaan allometrik. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) uji akurasi hasil interpretasi citra ALOS AVNIR-2 tahun 2009 untuk interpretasi penggunaan lahan di wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya adalah sebesar 89,02%; 2) luas RTH eksisting secara keseluruhan di daerah penelitian sebesar 10.845,12 ha. Sementara estimasi kebutuhan RTH berdasarkan kebutuhan oksigen adalah 6.558,832 ha. Hal ini berarti kebutuhan oksigen di daerah penelitian sudah dapat dicukupi oleh RTH yang sudah ada; 3) distribusi RTH eksisting di Kota Yogyakarta masih kurang dan kebanyakan berada di daerah pinggiran kota. Jumlah RTH di Kota Yogyakarta paling banyak terdapat di Kecamatan Umbulharjo yakni sebesar 226,49 ha dan RTH terendah berada di Kecamatan Pakualaman (3,57 ha). Dengan luas wilayah Kota Yogyakarta sebesar 3.250 ha dan luas RTH aktual sebesar 607,49 maka RTH Kota Yogyakarta masih kurang seluas 367,51 ha (11,31%); 4) prediksi kebutuhan RTH berdasarkan kebutuhan oksigen pada tahun 2018 di daerah penelitian adalah sebesar 14.923,800 ha, dengan 3.862,754 ha untuk Kota Yogyakarta dan 11.061,040 ha untuk daerah pinggiran kota.
Kata Kunci :