Pengaruh vegetasi kawasan sabuk hijau (Green Belt) waduk Sermo Kulonprogo terhadap kenampakan hasil proses erosi dan pemanfaatan lahan oleh masyarakat
Nanik Lisawati Dwi Rahayu,
2015 | Tesis |Sabuk hijau merupakan areal vegetasi yang berada di sekeliling waduk yang dibuat untuk mencegah erosi lereng dan pembatas dengan lahan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strata dan komposisi jenis vegetasi Kawasan Sabuk Hijau Waduk Sermo di Kulonprogo, mengkaji hubungannya dengan kenampakan hasil proses erosi yang terjadi serta mengkaji nilai pemanfaatan lahan sabuk hijau tersebut oleh masyarakat. Analisis vegetasi terhadap 6 blok vegetasi yang dominan untuk mengetahui strata dan komposisi jenis vegetasi. Regresi logistik untuk mengetahui hubungan vegetasi dengan kenampakan hasil proses erosi antara variabel bebas (tinggi pohon, kerapatan tajuk pohon, LBDS (Luas Bidang Dasar) pohon, kerapatan pohon) dengan variabel tergantung nilai skoring erosi visual menurut Morgan (1980). Untuk mengetahui nilai pemanfaatan sabuk hijau dilakukan indept interview terhadap stake holder dan pengumpulan data menggunakan kuisioner terhadap petani penggarap sabuk hijau. Hasil penelitian menunjukkan kelapa (Cocos nucifera) dan sengon (Albizia falcataria) menjadi ciri khas vegetasi Kawasan Sabuk Hijau Waduk Sermo. Terdapat 28 jenis vegetasi, 15 famili dalam strata Pohon, Tiang, Sapihan, dan Semai dengan nilai keragaman (H) sedang. Jenis pohon yang berbeda mempunyai daya cegah terhadap erosi yang berbeda yang dapat dilihat dari kenampakan hasil proses erosi dibawah tegakan tunggal. Regresi logistik menunjukkan hanya variabel LBDS yang mempengaruhi kejadian erosi. Nilai pemanfaatan langsung hasil Kawasan Sabuk Hijau Waduk Sermo Rp. 190.776,00/bulan menurut petani penggarap adalah besar sehingga keterlibatan pemanfaatan areal sabuk hijau sulit untuk dicegah. PSDA DIY, Pemda Kulonprogo dan petani sabuk hijau mempunyai kepentingan yang berbeda terhadap keberadaan sabuk hijau.
Kata Kunci :