Laporkan Masalah

Analisis potensi sumberdaya air Pulau Koral sangat kecil : Studi kasus di Pulau Koral Pramuka, Kepulauan Seribu DKI Jakarta

Ahmad Cahyadi,

2015 | Tesis |

Pulau Koral Pramuka merupakan salah satu pulau dengan ukuran sangat kecil yang terletak pada gugusan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Meskipun memiliki luas yang sangat sempit (16,54 hektar), namun pulau koral ini memiliki fungsi strategis sebagai Ibukota Kabupaten Kepulauan Seribu. Di sisi yang lain, pulau koral sangat kecil memiliki sumberdaya air yang sangat terbatas dan rawan mengalami intrusi air laut. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) Menganalisis kualitas airtanah di Pulau Koral Pramuka; dan (2) Menganalisis kuantitas airtanah tawar Pulau Koral Pramuka. Kajian kualitas airtanah dalam penelitian ini dilakukan dengan mengambil 23 sampel airtanah secara sampling sistematis. Pengambilan sampel dilakukan dengan membagi Pulau Koral Pramuka dengan grid ukuran 100 meter x 150 meter. Tipe kimia atau fasies hidrgeokimia dianalisis dengan membuat diagram stiff. Analisis evolusi hidrogeokimia dilakukan dengan membuat diagram piper. Analisis dampak intrusi air laut dianalisis dengan melakukan analisis perbandingan ion Magnesium dan Kalsium, serta perbandingan ion Bikarbonat dan Klorida, sedangkan analisis kualitas air dilakukan dengan membandingkan dengan baku mutu untuk air minum. Kajian kuantitas airtanah dilakukan dengan melakukan analisis data Electromagenetic Very Low Frecuency (EM VLF). Pengukuran dilakukan dengan membuat penampang melintang dengan arah memotong lebar dan panjang Pulau Koral Pramuka dengan jumlah 23 titik pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa airtanah di Pulau Koral Pramuka mempunyai kualitas agak payau sampai dengan asin. Terdapatnya airtanah payau dan asin pada lapisan akuifer yang paling atas menunjukkan adanya intrusi air laut. Hal ini didasarkan pada hasil analisis perbandingan ion Mg2+ dan Ca2+, serta ion Cl- dan HCO3 -, fasies hidrogeokimia dan evolusi hidrogeokimia airtanah. Tipe fasies hidrogeokimia airtanah di Pulau Koral Pramuka adalah MgCl2. Tipe ini merupakan evolusi dari tipe airtanah Ca2+-HCO3 -. Hasil analisis baku mutu air menunjukkan bahwa beberapa parameter seperti Mg2+, K+, Cl- dan Total Colliform telah melebihi baku mutu air minum. Hasil analisis data EM VLF diketahui bahwa Pulau Koral Pramuka memiliki lapisan akuifer yang potensial menyimpan airtanah berupa rombakan bioklastik dengan metrial berukuran pasir kasar dengan kedalaman maksimum 30 meter. Namun demikian, akibat adanya intrusi air laut, airtanah pada lapisan akuifer ini memiliki kualitas airtanah payau sampai dengan asin. Hal ini menyebabkan airtanah tawar di Pulau Koral Pramuka tidak ditemukan lagi pada musim kemarau.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.