Laporkan Masalah

Analysis on mangrove forest changes in relation to coastline changes and its influence to community in Rembang district, Central Java Province, Indonesia

Mochamad Budi Purnomo,

2015 | Tesis |

Kabupaten Rembang mengalami proses sedimentasi dan erosi pantai dalam beberapa tahun terakhir. Belum diketahui secara pasti efek dari dua fenomena ini terhadap dinamika hutan mangrove. Studi ini bertujuan untuk menganalisa perubahan spasial dan temporal hutan mangrove terkait dengan perubahan garis pantai, dan pengaruhnya terhadap masyarakat. Studi ini menggunakan peta topografi, citra Landsat and citra Google Earth. Klasifikasi citra Landsat dengan algoritma maximum likelihood berdasar komposit band citra, and komposit NWI-NDVI, rasio band SWIR/NIR dan band SWIR digunakan untuk memetakan hutan mangrove. Sedangkan pengamatan visual and delineasi pada layar berdasar komposit band citra dan binary slicing digunakan untuk mendeteksi perubahan garis pantai. Wawancara semi-terstruktur dengan kuisioner digunakan untuk menganalisa pengaruh perubahan hutan mangrove terhadap masyarakat, termasuk penyesuaian yang mereka lakukan. Jumlah responden ditentukan dengan menggunakan proporsional random sampling di Desa Pasarbanggi, Desa Tasikharjo dan Desa Tunggulsari. Pemetaan hutan mangrove dan garis pantai dengan jenis data yang berbeda menunjukkan bahwa proses yang dominan adalah sedimentasi yang diikuti dengan penambahan luasan hutan mangrove. Terdapat keterbatasan pada studi ini dalam hal pemetaan mangrove dengan algoritma maximum likelihood untuk citra Landsat berdasar komposit band citra, and komposit NWI-NDVI, rasio band SWIR/NIR dan band SWIR terkait dengan ukuran piksel citra. Resolusi spasial sebesar 30 m citra Landsat terlalu kecil untuk memetakan vegetasi mangrove yang tumbuh tipis di sepanjang tanggul tambak. Sedangkan citra Google Earth mampu memvisualisasikan dengan baik areal mangrove dan garis pantai. Dinamika hutan mangrove juga terkait dengan peran serta pemerintah melalui berbagai program dan peran serta masyarakat setempat dalam menanam mangrove. Desa Pasarbanggi yang telah menerima berbagai jenis program, baik dari pemerintah maupun sektor lainnya, dikombinasikan dengan peran serta aktif masyarakat setempat dalam membangun hutan mangrove, memiliki perkembangan luasan mangrove yang stabil dari waktu ke waktu tanpa gangguan yang berarti seperti penebangan mangrove, dibanding dengan Desa Tasikharjo dan Desa Tunggulsari. Seiring dengan kondisi tersebut, responden memiliki respon yang berbeda terhadap perubahan mangrove di desa mereka. Respon responden terhadap perubahan hutan mangrove berkorelasi dengan partisipasi mereka dalam program mangrove pemerintah. Responden di Desa Pasarbanggi sepertinya lebih merasa diuntungkan akibat perubahan hutan mangrove, termasuk manfaat langsung dan tidak langsung dari mangrove itu sendiri termasuk dari program mangrove, dibandingkan dengan responden di Desa Tasikharjo dan Desa Tunggulsari. Penyesuaian responden terhadap perubahan mangrove dibagi menjadi dua macam. Pertama, penyesuaian secara struktural dalam bentuk penanaman mangrove, dan kedua, penyesuaian secara ekonomi dalam bentuk menumbuhkan tambahan penghasilan.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.