Laporkan Masalah

Hazard assessment and risk analysis of reef fish stocks in Bintan island waters, Kepulauan Riau Indonesia

Muhammad Aththaar Nazim,

2015 | Tesis |

Jumlah ikan yang dapat ditangkap dari suatu perairan berhubungan dengan tingkat produktifitas primer perairan tersebut. Dimana klorofil merupakan salah satu indikator dari produktifitas primer perairan. Ikan-ikan karang merupakan ikan ekonomis yang popular dan bernilai jual tinggi dan telah mengalami tanda-tanda overfishing. Teknologi penginderaan jauh memungkinkan pemantauan warna perairan secara berkelanjutan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui hubungan antara dinamika produktifitas primer perairan di perairan Pulau Bintan dan tingkat produksi ikan karang. Suhu permukaan laut diperoleh menggunakan persamaan Brown dan Minnet (1999) dan klorofil diekstrasikan dengan rumusan O’Rielly et. al., (2000) dari citra MODIS level 1. Produktifitas primer perairan diestimasi menggunakan persamaan dari Behrenfeld dan Falkowski (1997) yang dikenal sebagai Vertical Generalized Production Model (VGPM), sedangkan tingkat produksi ikan karang mengacu kepada jumlah produksi yang diizinkan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa selama kurun waktu 2005-2012 suhu permukaan laut cenderung stabil pada 300C, dan kandungan klorofil berfluktuasi antara 2,0 hingga 3,4 mg/m3. Interpretasi warna perairan menunjukkan hasil yang cukup baik, secara umum, kandungan klorofil yang tinggi tercatat pada suhu optimum antara 25 dan 280C. Terdapat hubungan yang sangat kuat antara kandungan klorofil perairan dan nilai produktifitas primer, dimana nilai r2 adalah 0,86. Namun tidak terdapat hubungan antara kandungan klorofil dan suhu permukaan laut serta antara produktifitas primer dan suhu permukaan laut. Dalam rentang kurun waktu delapan tahun tidak terjadi gejala penurunan nilai produktifitas perairan antara 2005 dan 2012. Meskipun tidak terdapat hubungan antara produktifitas primer dan statistik produksi ikan karang, dari perbandingan data antara 2010 dan 2012 menunjukkan bahwa trend produksi ikan karang yang tinggi terjadi pada saat pertumbuhan produktifitas primer di perairan yaitu pada kwartal II dan kwartal III antara bulan April hingga September dalam setahun. Terkait dengan overfishing, telah terjadi over exploitation di wilayah penelitian dimana pertumbuhan unit kapal penangkap ikan perlu dibatasi untuk kelestarian spesies ikan karang.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.