Laporkan Masalah

Pendugaan cadangan karbon pada perkebunan tanaman teh (Camellia Sinesis) melalui citra penginderaan Jauh ALOS AVNIR-2 : Studi kasus perkebunan teh Pagilaran kecamatan Blado kabupaten Batang provinsi Jawa Tengah

Karen Slamet Hardjo,

2015 | Tesis |

Pemanasan global menjadi isu terkini dalam perubahan iklim, salah satu sumbernya karena pelepasan gas karbondioksida (CO2) ke atmosfer. Tanaman teh sebagai vegetasi mampu menyerap CO2 yang berperan mengurangi emisi karbon. Peranan tanaman teh ini dapat diusulkan sebagai alternatif pengurangan emisi karbon sesuai piagam kyoto melalui program clean development mechanism. Program ini membutuhkan perhitungan jumlah cadangan karbon yang akurat dan terkini maupun agihannya secara spasial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui hubungan respon spektral citra ALOS AVNIR-2 dengan cadangan karbon tanaman teh, (2) mengetahui hubungan beberapa formula indeks vegetasi pada data penginderaan jauh citra ALOS AVNIR-2 dengan cadangan karbon tanaman teh, (3) mengetahui indeks vegetasi mana yang paling sesuai untuk melakukan pendugaan cadangan karbon pada tanaman teh dan (4) bagaimana agihan cadangan karbon pada perkebunan tanaman teh di perkebunan teh Pagilaran. Wilayah perkebunan teh PT. Pagilaran dianggap sesuai untuk wilayah penelitian karena memiliki kenampakan topografi yang beragam. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode pengolahan citra digital ALOS AVNIR-2 dengan menggunakan beberapa algoritma indeks vegetasi (NDVI, RVI, SAVI, MSAVI-2, ARVI, GEMI) dan data hasil survei pengukuran cadangan karbon tanaman teh di lapangan menggunakan rumus allometrik tanaman teh, untuk kemudian dilakukan analisis secara statistik hubungan respon spektral citra ALOS AVNIR-2 dan nilai indeks vegetasi dengan nilai cadangan karbon. Dari hasil analisis tersebut dipilih algoritma indeks vegetasi yang mempunyai hubungan terbaik untuk perhitungan cadangan karbon pada tanaman teh, yang kemudian digunakan untuk memetakan agihan cadangan karbon tanaman teh pada perkebunan teh PT. Pagilaran. Hasil penelitian tidak menunjukkan hubungan korelasi yang kuat antara saluran tunggal pada citra ALOS AVNIR-2 dengan cadangan karbon yaitu nilai korelasi (r) < 0,21 Demikian juga korelasi indeks vegetasi dengan cadangan karbon hanya memiliki korelasi tertinggi dengan nilai r < 0,44. Nilai koefisien korelasi tertinggi ditunjukkan pada indeks vegetasi RVI hanya sebesar 0,44 (koefisien determinasi/R² = 0,196) dimana diterapkan pada citra yang dikoreksi radiometrik pada tahap kalibrasi at sensor reflectance, Melalui algoritma RVI ini dihasilkan pendugaan cadangan karbon pada perkebunan teh pagilaran sebesar 30.974,5 Ton, dengan agihan urutan terbesar dari afdeling pagilaran, afdeling kayulandak dan afdeling andongsili.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.