Laporkan Masalah

Social vulnerability assessment to flood hazard Kelurahan Fluit DKI Jakarta : Study case Muara Angke

Ayu A. Asih,

2015 | Tesis |

Secara historis, banjir telah menjadi bencana rutin di DKI Jakarta. Upaya pemerintah untuk menangani banjir selama ini masih berfokus pada infrastruktur. Saat ini, ada perubahan paradigma dalam penanganan bencana, dari reaksi menjadi pencegahan, sehingga fokus saat ini adalah apa yang dapat diselamatkan, bukan apa yang akan hilang. Analisa dari nilai kerentanan social dapat menjadi alat untuk mengurangi kerugian dengan mengintegrasikannya dalam kebijakan pemerintah. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini untuk menghitung Index Kerentanan Sosial adalah Status Sosio Ekonomi, jumlah orang tertanggung (umur), lamanya bermukim, kepemilikan rumah, akses terhadap kekuatan politik (kepemilikan KTP), dan akses terhadap informasi (pengetahuan tentang satgas penanggulangan banjir dan pelatihan dalam menghadapi banjir). Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk menghitung Index Kerentanan Sosial adalah dikembangkan oleh Cutter et al. (2003) dengan penyaduran indicator dari penelitian sebelumnya. Pembobotan dilakukan dengan menggunakan Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE). Index Kerentanan Sosial di Muara Angke terhitung berkisar antara 0.40 – 0.94, dengan rata-rata index 0.65. Hanya dua unit analisis yang berada dalam kategori sangat tinggi untuk Kerentanan Sosial di Muara Angke. Index Kerentanan Sosial untuk bahaya banjir di Muara Angke berkisar antara 0.38 – 0.85, dengan ratarata 0.6. Lima unit analisis yang digolongkan dalam kategori sangat tinggi berada dekat dengan sungai. Kata kunci: Muara Angke, kerentanan sosial, banjir, pemetaan, penilaian, Jakarta

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.