Laporkan Masalah

Zonasi tingkat bahaya banjir lahar pasca erupsi Merapi 2010 pada pemukiman padat dibantaran sungai Code kota Yogyakarta

Eriadi,

2015 | Tesis |

Penelitian ini merupakan zonasi tingkat bahaya banjir lahar pasca erupsi gunung api merapi 2010. Banjir lahar sebagian besar telah merusak lingkungan/alam baik pada pertanian, pemukiman, infrastruktur jalan, infrastruktur tanggul penahan ditepian sungai, dan fasilitas lainnya di sepanjang bantaran sungai hingga radius beberapa ratus meter. Kejadian banjir lahar ini terus berlanjut dan hampir terjadi disepanjang musim hujan pasca letusan Gunung Merapi 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik morfologi dan infrastruktur tanggul Sungai Code di daerah perkotaan yang padat penduduk, tingkat bahaya lahar di bantaran Sungai Code pada pemukiman padat, dan persepsi masyarakat Sungai Code setelah Erupsi Merapi 2010. Metode yang digunakan untuk tujuan pertama dengan pengambilan data morfometri di lapangan dan menggunakan data DEM LIDAR, untuk tujuan kedua yaitu dengan dengan memetakan potensi bahaya lahar dengan data DEM LIDAR yang di modelingkan dengan LaharZ. Proses pemodelan zonasi banjir lahar menggunakan parameter yang digunakan yaitu Cross section, Planimetric dan H/L. Kemudian, model simulasi dilakukan dengan skenario volume banjir lahar yaitu 1,5 juta m3 (skenario 1), 1 juta m3 (skenario 2), dan 750.000 m3 (skenario 3). Untuk tujuan ketiga metode yang digunakan yaitu dengan mendiskripsikan hasil quisioner dilapangan respon masyarakat terhadap bahaya banjir lahar di sungai Code. Berdasarkan pemodelan Zonasi banjir lahar dengan 1,5 juta m3 (skenario 1), daerah yang terkena dampak luapan maksimal menggenangi mencapai 14 kelurahan. Pemodelan lahar volume 1 juta m3 (skenario 2), berpotensi terdampak banjir lahar mencapai 11 Kelurahan di Kota Yogyakarta. Untuk volume 750.000 m3 (skenario 3) berpotensi terdampak banjir lahar dingin mencapai 5 Kelurahan di Kota Yogyakarta. Daerah yang berpotensi terdampak lahar mencapai Kelurahan Tegal panggung, Kelurahan Suryatmajan, Kelurahan Ngupasan, Kelurahan Purwokinanti, Kelurahan Prawirodirjan, Kelurahan Wirogunan dengan, Kelurahan Keparakan, Kelurahan Sorosutan, dan Kelurahan Brotokusuman. Hasil wawancara didapatkan bahwa sebanyak 66,67% responden menjawab banjir lahar yang mereka alami membawa berkah, 28,40% responden menjawab bukan sebuah berkah, dan 4,9% responden menjawab tidak tahu. Kemudian hasil menunjukan bahwa responden yang tinggal di Sungai Code berpendapat tanggul dapat mengurangi banjir lahar 76,54% responden, menjawab tidak mampu mengurangi banjir 23,46% responden. Kemudian terkait kesiapan masyarakat jika banjir terjadi 58,02% sudah siap banjir terjadi, 34,57 % tidak siap, dan 7,41% responden ragu. Kata Kunci: Zonasi, Laharz banjir lahar.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.