Kajian fasilitas pelayanan sosial ekonomi dikabupaten Pati
Abdul Majid,
2014 | Tesis |Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010, pertumbuhan penduduk Kabupaten Pati dari tahun 2000-2010 mengalami peningkatan rata-rata sebesar 0,40%. Adanya peningkatan pertumbuhan penduduk tersebut, perlu diimbangi dengan peningkatan jumlah fasilitas pelayanan sosial ekonomi guna memenuhi kebutuhan penduduk. Berkaitan dengan hal itu, penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya informasi mengenai tingkat ketersediaan dan daya layan fasilitas pelayanan sosial ekonomi, kebutuhan jumlah fasilitas dan kebutuhan luas lahan untuk fasilitas pelayanan sosial ekonomi hingga 20 tahun ke depan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui tingkat ketersediaan fasilitas pelayanan sosial ekonomi daerah penelitian, (2) mengetahui daya layan fasilitas pelayanan sosial ekonomi, (3) merencanakan jumlah kebutuhan fasilitas pelayanan sosial ekonomi dan kebutuhan luas lahan fasilitas pelayanan sosial ekonomi 20 tahun mendatang. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang meliputi jumlah dan jenis fasilitas pelayanan sosial ekonomi, data penduduk dan data pendukung lainnya. Populasi penelitian ini terdiri dari 21 Kecamatan dan 406 desa/kelurahan. Tujuan (1) dicapai dengan cara menghitung jumlah dan jenis fasilitas pelayanan sosial ekonomi yang ada dengan menggunakan skalogram, selanjutnya menentukan struktur hirarki pelayanan dengan menggunakan rerata aritmatik. Tujuan (2) dicapai dengan menggunakan analisis daya layan, kemudian analisis perbandingan jumlah fasiltas yang tersedia dengan jumlah fasilitas minimum yang harus tersedia. Tujuan (3) dicapai dengan analisis proyeksi kebutuhan fasilitas pelayanan dengan memperhatikan tingkat pertumbuhan penduduk. Hasil penelitian diuraikan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian meliputi (1) Wilayah desa/kelurahan dan Kecamatan dengan tingkat ketersediaan fasilitas pelayanan sosial ekonomi tertinggi adalah Kelurahan Pati Lor dan Kecamatan Pati, sedangkan wilayah desa/kelurahan dan Kecamatan dengan tingkat ketersediaan fasilitas pelayanan sosial ekonomi terendah adalah desa Sumberan dan Kecamatan Jaken. (2) Daya layan fasilitas pelayanan sosial ekonomi di daerah penelitian sebagian besar sudah memadai dan sebagian lagi masih ada yang kurang memadai, seperti fasilitas TK, Mushola, SMP, praktek dokter, poskesdes, taman bacaan, poliklinik dan Vihara. (3) Proyeksi kebutuhan fasilitas pelayanan sosial ekonomi dan kebutuhan luas lahan fasilitas pelayanan sosial ekonomi di daerah penelitian pada 20 tahun ke depan menunjukkan sebagian fasilitas pelayanan sosial ekonomi masih mencukupi dan tidak perlu penambahan, sebagian lagi ada yang membutuhkan penambahan seperti fasilitas TK, SD, Mushola, SMP, praktek dokter, poskesdes, polindes, SMU, taman bacaan, RS bersalin, poliklinik, pustu dan Vihara dengan jumlah kebutuhan fasilitas dan luas lahan yang berbeda-beda. Kata Kunci : fasilitas pelayanan sosial ekonomi, tingkat ketersediaan, daya layan
Kata Kunci :