Laporkan Masalah

Perubahan daya dukung lingkungan diwilayah pinggiran kota : Kasus kecamatan-kecamatan yang berbatasan dengan kota Yogyakarta tahun 1990-2008

Joni Purwo Handoyo,

2014 | Tesis |

Laju perubahan penggunaan lahan pertanian meningkat pesat khususnya di wilayah pinggiran kota. Hal ini juga terlihat di wilayah pinggiran Kota Yogyakarta, yang telah banyak mendapatkan pengaruh perkembangan kota secara terus menerus. Selama perkembangan kota terus terjadi, maka wilayah ini akan mengalami proses perubahan karakter wilayah dari kedesaan menuju kekotaan. Salah satu dampak dari fenomena tersebut adalah terjadinya perubahan daya dukung lingkungan. Perubahan daya dukung lingkungan menjadi topik utama penelitian ini dimana tujuannya adalah untuk mengkaji: 1) besaran perubahan daya dukung lingkungan, 2) persebaran dan pola sebaran perubahan daya dukung lingkungan, dan 3) keterkaitan antara perubahan tipologi wilayah pinggiran kota dengan daya dukung lingkungan. Penelitian ini dilakukan di 29 desa yang berada di 6 kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta. Unit analisis adalah desa. Metode penelitian yang digunakan dapat dikategorikan menjadi tiga. Pertama, terkait dengan eksistensi populasi, penelitian ini dikategorikan ke dalam metode penelitian kasus. Kedua, dilihat dari karakteristik obyek penelitian, dikategorikan ke dalam metode penelitian survey analitis dan metode penelitian historis dengan penekanan pada pendekatan kronologis. Ketiga, dilihat dari aspek cara-cara atau teknik analisis, penelitian ini lebih dititikberatkan pada metode penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan lahan terbangun paling pesat terjadi di Desa Tirtonirmolo dan Desa Ngestiharjo (>20%). Dari aspek perubahan tipologi wilayah, desa-desa yang telah berubah status dari rurral fringe menjadi urban fringe adalah Desa Sinduadi, Desa Caturtunggal, Desa Bangunjiwo, Desa Tirtonirmolo, Desa Ngestiharjo dan Desa Singosaren. Sedangkan desa-desa pinggiran yang tetap berstatus sebagai urban fringe adalah Desa Jagalan dan Desa Banguntapan. Desa-desa dengan perkembangan lahan terbangun relatif besar (>15%) dan diikuti dengan perkembangan tipologi wilayah yang cepat, merupakan desa dengan kategori perkembangan wilayah yang cepat dan dinamis. Desa-desa ini antara lain adalah Desa Caturtunggal, Singosaren, Tirtonirmolo dan Ngestiharjo. Status daya dukung lingkungan di wilayah penelitian sebagian besar masih termasuk dalam kategori sustain. Hanya terdapat satu desa yang termasuk dalam kategori overshoot sejak tahun 1990 yaitu Desa Jagalan (Kecamatan Banguntapan). Laju penurunan besaran nilai daya dukung lingkungan yang paling cepat terjadi di Desa Maguwoharjo dan Desa Singosaren. Kategori penurunan DDL ‘sedang’ merupakan kategori paling dominan. Hal ini dialami di 14 desa (48,28%). Sementara itu kategori cepat-sangat cepat terjadi di 6 desa (20,67%). Faktor yang paling berpengaruh terhadap besaran penurunan nilai daya dukung lingkungan di wilayah penelitian adalah peningkatan lahan terbangun. Peningkatan lahan terbangun ini juga merupakan faktor yang mempunyai pengaruh paling penting terhadap perubahan tipologi desa-desa pinggiran Kota Yogyakarta. Kata Kunci: Wilayah Pinggiran Kota, Tipologi Wilayah, Daya Dukung Lingkungan

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.